Dokter Sebut Perubahan Iklim Picu Lonjakan DBD, Anak Semakin Rentan

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa perubahan iklim dapat memicu lonjakan demam berdarah dengue (DBD). Kondisi ini membuat anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna bisa semakin rentan terhadap DBD.

Dokter spesialis anak sekaligus anggota Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, Dr dr Riyadi, mengatakan nyamuk Aedes aegypti (pembawa virus DBD) sangat menyukai lingkungan bersuhu hangat hingga panas. Karenanya, perubahan iklim dan peningkatan suhu membuat nyamuk berkembang biak lebih masif dan menyebar ke wilayah dataran tinggi yang sebelumnya tidak terdampak

"Peningkatan suhu bumi akan menyebabkan daerah tropis semakin luas. Daerah yang tadinya suhunya dingin sekarang menjadi naik suhunya, makanya sekarang cakupan kasus DBD semakin meluas," kata dr Riyadi dalam diskusi media IDAI dipantau di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, kasus Dengue di Indonesia hingga akhir Oktober 2025 cukup mengkhawatirkan. Terhitung sejak Januari hingga 28 Oktober 2025, telah dilaporkan sebanyak 131.393 kasus di seluruh Indonesia.

Lalu terdapat 544 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 0,41 persen. Penyakit ini telah menyebar di 471 Kabupaten/Kota di 36 Provinsi, dengan angka kematian tercatat di 196 Kabupaten/Kota.

Dokter Riyadi mengatakan Indonesia merupakan negara yang menghadapi demam berdarah sepanjang tahun karena berada di wilayah tropis. Dengan kondisi ini ditambah pemanasan global, maka kasus DBD berpotensi terus melonjak.

"Indonesia dengan iklim tropisnya rentan terhadap penyakit vektor seperti malaria yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles dan demam berdarah dengue yang disebabkan oleh nyamuk Aedes. Jadi ketika suhu global terus meningkat, maka kasusnya pun bisa melonjak," kata dia.

Sebagai solusi jangka panjang, dr Riyadi menilai upaya mengendalikan perubahan iklim sangat penting. Menurutnya, suhu bumi perlu dikembalikan sedekat mungkin dengan kondisi alaminya agar wilayah tropis tidak terus meluas.

"Kalau suhu bumi bisa kembali seperti sebelumnya, daerah tropis yang sekarang meluas bisa kembali mengecil. Dengan begitu, penyakit-penyakit tropis juga dapat berkurang," kata dia.

Selain itu, IDAI juga menyarankan orang tua untuk menerapkan metode 3M Plus sebagai bagian dari gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Metode 3M terdiri atas menguras, menutup, dan mengubur atau mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |