Empat Tahun Dampingi Anak Bantar Gebang, PINTI Tekan Stunting Hingga Nol

13 hours ago 4

PINTI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengunjungi anak-anak di Bantar Gebang Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting dan gizi buruk melalui kegiatan bakti sosial yang digelar di kawasan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Sabtu (18/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) itu meliputi pemberian makan siang gratis, pemeriksaan kesehatan, serta pengobatan gratis bagi 350 siswa SD Dinamika, Bantar Gebang.

Ketua Pengurus Pusat PINTI Metta Agustina mengatakan pendampingan kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan selama empat tahun terakhir mulai menunjukkan hasil. Menurut dia, pada pemeriksaan tahun ini tim medis tidak lagi menemukan kasus stunting maupun gizi buruk di SD Dinamika.

"Intervensi kesehatan yang berkelanjutan ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat signifikan," kata Metta dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

Metta mengatakan grafik kesehatan anak-anak di sekolah tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia menilai capaian nihil stunting dan gizi buruk menjadi bukti pentingnya pendampingan kesehatan yang dilakukan secara konsisten.

"Tekad kami adalah membuka jalan bagi masa depan Indonesia yang lebih cerah. Kita tidak bisa bermimpi menjadi bangsa yang maju jika anak-anak kita tidak sehat dan cerdas. Dan hari ini kita merayakan hilangnya angka stunting di sini," ujarnya.

Menurut Metta, kesehatan anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, PINTI berkomitmen melanjutkan berbagai program sosial yang mendukung tumbuh kembang anak, khususnya di wilayah dengan tantangan sosial dan lingkungan yang kompleks seperti Bantar Gebang.

Ia berharap kolaborasi bersama KemenPPPA dapat terus memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di Indonesia.

"Kami berharap program bakti sosial ini terus membawa manfaat yang luas dan mendalam bagi tumbuh kembang anak-anak," kata Metta.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |