Gagal di Festival Film Bandung, Film Solata Justru Mendulang Prestasi Internasional

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Film layar lebar Solata (Teman adalah keluarga yang kita pilih) gagal meraih prestasi di dalam negeri, khususnya pada Festival Film Bandung pada Juli 2026. Ironisnya, film garapan sutradara Ichwan Persada ini justru telah memperoleh berbagai penghargaan internasional bergengsi di Eropa.

Sutradara sekaligus produser film, Ichwan Persada di Makassar, Sabtu, menanggapi hal itu sebagai refleksi atas sistem apresiasi festival domestik. Ia menilai, festival dalam negeri kerap kali lebih memprioritaskan popularitas nama besar dibandingkan substansi dan kualitas artistik karya itu sendiri.

"Ini menjadi refleksi kita bersama atas sistem apresiasi festival domestik. Meski, karya-karya kita diapresiasi oleh luar negeri, tapi belum tentu hal itu terjadi di negeri kita sendiri karena mungkin adanya sudut pandang lain," ujarnya.

Preseden Serupa di Industri Film Nasional

Ichwan Persada mengingatkan bahwa preseden serupa pernah terjadi dua tahun lalu. Film "Women From Rote Island" yang menampilkan akting luar biasa dari para pemainnya justru luput dari rekognisi di Festival Film Indonesia.

Dirinya mengaku jika kondisi itu terus berlanjut, akan menunjukkan adanya pola diskriminasi berbasis ketenaran. Hal ini dinilai masih perlu dievaluasi secara serius dalam ekosistem perfilman nasional.

Rentetan Prestasi di Kancah Global

Ichwan menerangkan, Film Solata yang digarapnya pada 2025 itu kembali membuktikan kualitasnya di kancah internasional. Karya tersebut baru saja meraih penghargaan khusus untuk kebudayaan dan kemanusiaan dari Golden FEMI Film Festival di Bulgaria pada Juni 2026.

Kesuksesan itu berlanjut dengan konfirmasi kehadiran film produksi Walma Pictures dan Indonesia Sinema Persada tersebut di ASEAN Plus Three Film Festival di Cekoslowakia pada September 2026.

"Apresiasi dunia internasional itu sangat besar, apalagi film Solata ini masih menunggu hasil seleksi kompetisi di Tirana International Film Festival di Albania yang merupakan festival berkualifikasi Oscar," katanya.

Ia pun mengaku jika pencapaian beruntun itu menegaskan bahwa karya sineas lokal mampu bersaing dan diterima secara universal di berbagai belahan dunia.

Diplomasi Budaya Melalui Sinema

Film Solata terus memperluas jangkauan diplomasi budaya melalui dukungan institusi negara. Berkat fasilitasi dari KBRI Yordania, film ini dijadwalkan akan berpartisipasi dalam 5th Jordan Children and Youth Film Festival di Amman dalam waktu dekat.

Menurut dia, keberhasilan menembus berbagai festival internasional, mulai dari Balkan hingga Timur Tengah, menunjukkan bahwa sinema Indonesia memiliki kekuatan naratif dan visual yang melampaui batas bahasa dan budaya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |