PTK Andalkan Peningkatan Pendapatan dan Efisiensi untuk Jaga Laba di Atas Rp1 Triliun

7 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, BITUNG -- PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengandalkan peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya operasional untuk menjaga laba bersih tetap di atas Rp1 triliun pada 2026. Strategi tersebut ditempuh di tengah tantangan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta pergerakan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan biaya operasional perusahaan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental Eko Cahyadi mengatakan proyeksi tersebut didasarkan pada perkembangan kinerja perusahaan hingga semester I 2026. Menurut dia, capaian laba bersih pada tahun ini masih berada di jalur yang sesuai dengan target perusahaan.

"Kalau kita melihat run rate sekarang, Insya Allah bisa tercapai di atas Rp1 triliun," kata Eko di sela kegiatan Coastal Education dan Coastal Clean Up PTK di Pantai Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (19/7/2026).

Target tersebut menyusul capaian laba bersih PTK sebesar Rp1,32 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 23 persen dibandingkan Rp1,07 triliun pada tahun sebelumnya.

Eko mengatakan perusahaan terus mencermati dinamika eksternal, terutama pergerakan kurs rupiah dan harga minyak dunia, karena keduanya berpengaruh terhadap biaya operasional. Untuk menjaga profitabilitas, PTK berupaya memastikan pertumbuhan pendapatan mampu melampaui kenaikan biaya.

"Bagi perusahaan hanya ada dua cara meningkatkan laba, yaitu meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya. Hari ini kita terpapar risiko nilai tukar dan harga minyak dunia yang otomatis meningkatkan biaya. Harapan kami, kenaikan pendapatan lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya," ujarnya.

Selain mengoptimalkan pendapatan dari seluruh lini bisnis, PTK menerapkan kebijakan budget reserve atau pencadangan anggaran pada sejumlah pos yang masih dapat dihemat tanpa mengganggu kegiatan operasional perusahaan.

"Kami melakukan budget reserve, tetapi tidak mengganggu kegiatan operasional sehingga upaya peningkatan pendapatan tetap bisa berjalan," katanya.

PTK juga terus memperkuat efisiensi melalui penerapan konsep green shipping. Menurut Eko, investasi pada operasional yang lebih ramah lingkungan tidak hanya diukur dari besarnya penghematan biaya, tetapi juga dari kontribusinya terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan.

"Keberadaan perusahaan tidak semata-mata mengejar laba. Kami juga memiliki misi keberlanjutan melalui penerapan prinsip ESG. Yang paling utama adalah bagaimana memastikan proses bisnis ini berkelanjutan, termasuk menurunkan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi," ujarnya.

Pada 2025, PTK mencatat penurunan emisi sebesar 66.721 ton setara karbon dioksida (CO2e) melalui program energi hijau, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan.

PTK merupakan anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS) yang menjadi bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina. Perusahaan memiliki empat lini bisnis, yakni penyediaan kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase, serta layanan keagenan kapal.

Untuk menjaga pertumbuhan pada 2026, PTK juga melanjutkan penguatan bisnis inti, peningkatan keunggulan operasional, transformasi digital, inovasi teknologi, serta pengembangan bisnis baru. Perseroan juga memperluas pangsa pasar layanan keagenan, termasuk bagi kapal di luar Pertamina Group.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |