Kamis 23 Apr 2026 15:28 WIB
Menko Pangan mengakui kenaikan harga plastik karena impor minyak dunia.

Foto: Republika/Prayogi
Pedagang menunjukkan kantong plastik di salah satu toko plastik di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Harga berbagai produk berbahan plastik mengalami kenaikan di sejumlah daerah dengan lonjakan yang cukup tinggi. Menurut pedagang, kenaikan harga mencapai hingga 80 persen, dengan rata-rata kenaikan berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000. Sebagai contoh, harga kantong kresek ukuran 24 naik dari Rp13.000 menjadi Rp20.000 per pak. Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap dalam tiga minggu terakhir. Penyebab utamanya adalah gangguan pasokan bahan baku dari Timur Tengah akibat konflik, yang menghambat impor nafta yang merupakan produk turunan minyak bumi.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Lonjakan harga plastik yang terjadi belakangan ini ramai dikeluhkan masyarakat. Kenaikannya bahkan disebut tidak wajar karena mencapai dua hingga tiga kali lipat di pasaran, sehingga turut membebani kebutuhan sehari-hari, terutama para pelaku UMKM di sektor pangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah tengah berusaha menekan kenaikan harga plastik. Dia mengakui kenaikan harga plastik ini terpengaruh langsung harga impor minyak dunia.
"Karena plastik itu kan tergantung kepada impor minyak kan," kata Zulhas kepada wartawan di SMA N 1 Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kenaikan di lapangan yang sudah mencapai 60 hingga 70 persen. Saat ini, pemerintah tengah memanggil sejumlah pengusaha biji plastik untuk mencari solusi agar lonjakan harga bisa ditekan.
"Sedang kita atasi, kita sedang panggil beberapa pengusaha yang untuk biji plastik. Nanti gimana kira-kira agar ini tidak terlalu kenaikannya kira-kira 30 (persen), tapi di pasar ada yang sampai 60 sampai 70 (persen), ya gitu. Jadi mestinya kan kalau naik 30-an (persen)," katanya.
Di sisi lain, Zulhas juga membuka peluang penggunaan bahan alternatif sebagai pengganti plastik. Dia menilai, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya organik yang bisa dimanfaatkan untuk menekan ketergantungan terhadap plastik berbasis minyak.
"Kalau itu bisa, plastik diganti organik bagus sekali," ucapnya.

2 hours ago
2














































