Houthi-Saudi Kembali Saling Serang, Begini Kronologinya

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Perang kembali melanda Yaman, sebuah negara yang pernah digambarkan sebagai lokasi bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Saat ini, negara tersebut tengah mengalami periode pertempuran paling sengit sejak tahun 2022, ketika gencatan senjata yang ditengahi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan perang delapan tahun antara kelompok Houthi melawan pemerintah yang didukung Suaid dan sekutunya yang telah menewaskan puluhan ribu orang.

Ketegangan meningkat pada bulan Juli setelah pasukan pemerintah mengklaim telah menyerang bandara di Sanaa yang dikuasai Houthi, sehingga mencegah sebuah pesawat dari Iran untuk mendarat. Kelompok Houthi menuding Saudi membantu serangan tersebut.

Serangan-serangan lanjutan pun terjadi, dan situasi semakin memanas pekan lalu ketika kelompok Houthi melancarkan serangan besar-besaran, berupaya bergerak maju melintasi wilayah barat Taiz dan selatan Hodeidah menuju kota pelabuhan al-Makha (Mocha) serta Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah.

Dalam fase baru peperangan ini, pemerintah yang diakui secara internasional bertekad untuk merebut kembali ibu kota dari kelompok Houthi yang didukung Iran.

Sementara itu, kedua belah pihak saling berebut kendali atas wilayah di dekat Bab al-Mandeb—kawasan yang kini memiliki arti semakin penting di tengah penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, yang merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dan gas dunia. Kelompok Houthi telah melancarkan serangan secara berkala terhadap kapal-kapal yang melintasi Laut Merah sejak tahun 2023.

Pada Rabu (9/9/2026), Al Masirah TV, yang dikelola oleh kelompok Houthi, melaporkan bahwa pesawat tempur Arab Saudi melancarkan serangkaian serangan udara di wilayah kegubernuran Marib, al-Jawf, dan Taiz di Yaman.

Disebutkan bahwa lima serangan udara menyasar distrik Khab wa Sha’af di al-Jawf, 10 serangan udara lainnya menargetkan sejumlah area di distrik Sirwah, Marib, dan lima serangan menghantam kawasan al-Barh di Taiz.

Di Saada, Al Masirah TV melaporkan bahwa pasukan Saudi membom Ghor al-Mishwat di distrik perbatasan Ghamr. Belum ada konfirmasi segera mengenai serangan udara tersebut dari koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

Sehari sebelumnya, kelompok Houthi melancarkan serangan di wilayah selatan Arab Saudi—yang menurut pihak Riyadh menyebabkan puluhan orang terluka—di tengah eskalasi tajam pertempuran antara kelompok yang berafiliasi dengan Iran tersebut dan pasukan pro-Saudi di Yaman.

Pada hari Selasa, kelompok Houthi menyatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas energi milik raksasa minyak Saudi Aramco di wilayah selatan; juru bicara militer kelompok itu menyebut aksi tersebut sebagai "operasi berskala luas".

Otoritas Arab Saudi mengonfirmasi adanya serangan terhadap sejumlah fasilitas dan instalasi sektor energi di wilayah selatan negara itu, serta berjanji akan memberikan tanggapan tegas. Riyadh juga menuduh kelompok Houthi melukai sedikitnya 73 orang dalam serangan tersebut.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |