REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Holding BUMN Pangan ID FOOD mulai menggarap pasar ekspor udang vaname dengan melakukan pengiriman perdana ke Amerika Serikat. Perseroan menargetkan ekspor mencapai 72 kontainer atau senilai sekitar Rp218,5 miliar hingga akhir 2026 sebagai bagian dari pengembangan bisnis perdagangan komoditas perikanan.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, ekspor perdana tersebut menjadi langkah awal perusahaan memperluas pasar udang vaname di tengah meningkatnya permintaan produk perikanan di pasar internasional.
“Ekspor perdana ini merupakan langkah strategis ID FOOD dalam mengembangkan pasar udang vaname. Melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi, kami memastikan proses pembelian, pengolahan, penjualan, hingga pengapalan berjalan sesuai standar dan kebutuhan negara tujuan,” ujar Ghimoyo dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Pada pengiriman perdana, ID FOOD mengekspor enam kontainer udang vaname dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer atau total sekitar 102 ton. Perseroan menargetkan pengiriman rutin sebanyak delapan kontainer setiap bulan.
“Dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer, total volume ekspor diproyeksikan mencapai 136 ton udang vaname setiap bulan. Hingga akhir 2026, ID FOOD menargetkan ekspor sebanyak 72 kontainer dengan nilai sekitar Rp218,5 miliar,” kata Ghimoyo.
Menurut Ghimoyo, target tersebut disusun untuk menjaga kontinuitas pasokan sekaligus memenuhi permintaan pasar global. ID FOOD juga memperkuat koordinasi dengan pemasok, mitra pengolahan, dan pembeli guna menjaga kualitas produk serta ketepatan pengiriman.
Untuk pasar Amerika Serikat, ekspor dilakukan melalui kerja sama dengan importir RCC dan Sterling Seafood Corporation. Selain itu, ID FOOD juga mengembangkan pemasaran udang vaname ke Brunei Darussalam, Vietnam, dan Jepang.
“Diversifikasi negara tujuan dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, mengurangi ketergantungan pada satu kawasan, serta menjaga kesinambungan bisnis ekspor produk perikanan,” ujar Ghimoyo.
Produk yang dipasarkan meliputi udang mentah (raw) dan udang matang (cook), dengan berbagai varian seperti Peeled Tail On (PTO) dan Peeled and Deveined (PND) yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar tujuan.
Ghimoyo mengatakan, pengembangan ekspor tidak hanya ditujukan meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat rantai pasok perikanan nasional. Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan pengembangan bisnis perdagangan dan logistik pangan yang dijalankan ID FOOD.
“Keberhasilan ekspor membutuhkan kolaborasi yang kuat dari hulu hingga hilir. ID FOOD mengambil peran dalam menghubungkan sumber pasokan agar komoditas pangan dalam negeri semakin berdaya saing,” kata Ghimoyo.

5 hours ago
4















































