Indonesia Butuh Pendanaan Jumbo untuk Transisi Energi

8 hours ago 3

Petugas membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on grid Sengkol kapasitas 7 megawatt peak (MWp) di Sengkol, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/10/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesia membutuhkan investasi energi bersih sekitar 97 miliar dolar AS hingga 2030 untuk mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi nasional. Kebutuhan pendanaan tersebut diperkirakan meningkat seiring pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, pusat data, hingga kecerdasan buatan (AI).

Di tengah kebutuhan investasi tersebut, Indonesia mulai menjadi salah satu tujuan utama ekspansi perusahaan energi bersih Cina ke kawasan ASEAN. Dorongan investasi itu muncul setelah HSBC Cina meluncurkan fasilitas kredit senilai 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp65 triliun untuk mendukung ekspansi perusahaan rendah karbon Cina ke pasar internasional, termasuk Indonesia.

Presiden Direktur HSBC Indonesia Stuart Rogers mengatakan, kebutuhan pembiayaan transisi energi Indonesia masih sangat besar sehingga membutuhkan dukungan investasi dan teknologi global.

“Indonesia merupakan salah satu peluang investasi energi bersih terbesar di kawasan. HSBC ingin membantu menghubungkan kebutuhan Indonesia dengan perusahaan energi bersih global, termasuk dari Cina,” kata Stuart dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Pendanaan tersebut akan diarahkan ke sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, pusat data, serta AI yang diperkirakan membutuhkan pasokan energi lebih besar dalam beberapa tahun mendatang.

Penguatan investasi hijau juga dinilai sejalan dengan percepatan pengembangan ASEAN Power Grid yang tengah didorong negara-negara ASEAN untuk memperkuat integrasi energi kawasan.

Selain itu, implementasi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 mulai membuka ruang kerja sama lebih luas di sektor ekonomi hijau, ekonomi digital, dan rantai pasok industri.

Pemerintah Indonesia melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025 menargetkan tambahan kapasitas energi terbarukan mencapai 42.569 megawatt hingga 2034. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan rencana sebelumnya.

Masuknya arus pendanaan baru dinilai dapat membantu mempercepat pembangunan proyek energi bersih nasional yang selama ini masih menghadapi tantangan kebutuhan modal besar.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |