Sejumlah petugas memantau panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on grid Sengkol kapasitas 7 megawatt peak (MWp) di Sengkol, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/10/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan Jepang, terutama di sektor industri, energi bersih, dan penguatan rantai pasok global. Kemitraan ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat transformasi industri nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Jepang selama ini berperan besar dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia.
“Dalam sektor otomotif, Jepang selama ini berperan penting dalam membangun ekosistem industri otomotif di Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi juga telah berkembang sebagai basis produksi otomotif yang mengekspor kendaraan ke lebih dari 70 negara,” kata Airlangga saat bertemu Executive Acting Secretary-General Liberal Democratic Party Koichi Hagiuda di Tokyo, Rabu (11/3/2026) waktu setempat.
Menurut Airlangga, pemerintah terus berupaya menjaga iklim investasi agar industri otomotif nasional semakin kompetitif. Salah satunya dengan memperkuat industri komponen, khususnya pada tier dua dan tier tiga, sehingga rantai pasok dalam negeri semakin kuat.
Selain sektor industri, kerja sama kedua negara juga berkembang pada bidang energi bersih. Jepang disebut mendukung upaya Indonesia mengembangkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, termasuk penerapan program B40 serta rencana pengembangan E20 pada 2028.
Kolaborasi energi baru dan terbarukan juga berjalan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC). Sejumlah proyek telah mencapai tahap pendanaan, di antaranya pengembangan PLTP Muara Laboh di Sumatera Barat, proyek pengolahan sampah menjadi energi Legok Nangka di Jawa Barat, serta proyek pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan Utara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama industri strategis, termasuk penguatan rantai pasok teknologi seperti semikonduktor. Jepang juga melihat potensi besar Indonesia dalam mendukung keamanan ekonomi melalui pengembangan industri tersebut.
Selain itu, peran Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) juga diharapkan dapat memperluas kolaborasi pengembangan sumber daya dan industri antara kedua negara.
Pemerintah menilai hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang akan terus berkembang. Kemitraan tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi, memperkuat industri nasional, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

6 hours ago
4















































