Ini Alasan Mengapa Orang Tua Perlu Memperhatikan Feses Anak

5 hours ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Kesehatan saluran cerna anak sering kali dianggap sepele, padahal perannya sangat besar dalam mendukung tumbuh kembang optimal. Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Frieda Handayani Kawanto menekankan bahwa kondisi saluran cerna anak sangat memengaruhi mood, daya tahan tubuh, hingga kemampuan belajar.

Menurutnya, anak dengan saluran cerna sehat biasanya terlihat lebih ceria, nyaman, serta memiliki nafsu makan yang baik. Sebaliknya, gangguan pencernaan dapat membuat anak mudah rewel, sulit makan, bahkan mengalami nyeri perut yang berdampak pada aktivitas sehari-hari.

Saluran Cerna Sehat Berpengaruh pada Mood dan Tumbuh Kembang Anak

Ketika sistem pencernaan bekerja dengan baik, anak cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih optimal. Berat badan bertambah sesuai grafik pertumbuhan, suasana hati lebih stabil, serta anak menjadi lebih terbuka terhadap aktivitas belajar.

Saluran cerna yang sehat juga berkaitan erat dengan sistem imun. Anak dengan pola makan baik dan pencernaan optimal biasanya lebih jarang sakit dibandingkan anak yang sering mengalami diare atau sembelit.

Hal ini terjadi karena sebagian besar sistem kekebalan tubuh berada di saluran cerna, sehingga keseimbangan bakteri baik di usus menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan anak secara menyeluruh.

Peran Mikrobiota Usus dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Perkembangan mikrobiota usus dimulai sejak masa kehamilan dan terus berkembang pesat pada dua tahun pertama kehidupan. Periode ini sering disebut sebagai masa emas pertumbuhan, karena perkembangan organ, otak, dan sistem imun berlangsung sangat cepat.

Human Milk Oligosaccharide (HMO) yang terdapat dalam ASI merupakan prebiotik alami pertama bagi bayi. Kandungan ini membantu pertumbuhan bakteri baik di usus, yang berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh dan perkembangan kognitif.

Jika kesehatan saluran cerna tidak optimal pada periode awal kehidupan, risiko gangguan pertumbuhan maupun perkembangan kognitif dapat meningkat. Oleh karena itu, pemberian nutrisi yang tepat sejak dini menjadi sangat penting.

Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, dan mom influencer Winona Willy di acara media discussion AI Poop Tracker di Jakarta, Kamis, 2 April 2026/Foto: Cantika/Ecka Pramita

Prebiotik, Serat Pangan, dan Bakteri Baik

Prebiotik merupakan jenis serat pangan yang tidak dapat dicerna oleh enzim di lambung, tetapi difermentasi oleh bakteri baik di usus besar. Proses fermentasi ini menghasilkan asam lemak rantai pendek (Short Chain Fatty Acid/SCFA) yang memberikan energi bagi sel-sel usus agar dapat bekerja optimal.

SCFA membantu meningkatkan pergerakan usus, sehingga penting bagi anak yang mengalami konstipasi. Selain itu, prebiotik juga berperan dalam meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Prebiotik dapat ditemukan secara alami dalam berbagai makanan, seperti: buah-buahan, sayuran, jamur, dan sumber serat alami lainnya Jika asupan harian belum mencukupi, prebiotik juga tersedia dalam bentuk olahan dengan komposisi tertentu yang telah diteliti manfaatnya bagi kesehatan saluran cerna anak.

Mengapa Orang Tua Perlu Memperhatikan Feses Anak?

Dokter Frieda menjelaskan bentuk, warna, ukuran, dan frekuensi buang air besar anak dapat menjadi indikator penting kondisi kesehatan pencernaan. Perubahan tekstur feses, misalnya terlalu cair atau terlalu keras, bisa dipengaruhi oleh pola makan, konsumsi susu, kurangnya serat, atau faktor gaya hidup.

"Pada bayi, variasi warna dan tekstur feses masih tergolong normal, terutama karena dipengaruhi asupan ASI. Feses bayi dapat berwarna kuning mustard, kehijauan, hingga kecokelatan dengan tekstur yang bervariasi," papar dr. Frieda di acara media discussion AI Poop Tracker di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Namun, orang tua tetap perlu waspada apabila terjadi perubahan signifikan dalam waktu lama, seperti diare berkepanjangan atau konstipasi yang menyebabkan anak merasa tidak nyaman.

Memantau feses anak bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dalam memastikan sistem pencernaan bekerja optimal.

Saluran Cerna Sehat, Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Menjaga kesehatan pencernaan anak sejak dini berarti membantu membangun fondasi kesehatan jangka panjang. Saluran cerna yang optimal berperan dalam:
meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung pertumbuhan fisik, membantu perkembangan otak, dan menjaga kenyamanan aktivitas sehari-hari

Dengan memastikan asupan nutrisi seimbang, kaya serat, serta memperhatikan kondisi feses anak, orang tua dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang penting bagi kesehatan.

Saluran cerna yang sehat bukan hanya membuat anak merasa nyaman, tetapi juga membantu mereka tumbuh aktif, percaya diri, dan siap menghadapi proses belajar di masa depan.

Pilihan Editor: Dokter Ingatkan Jangan Anggap Remeh Kesehatan Saluran Cerna Anak

ECKA PRAMITA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |