IPC TPK Catat Pertumbuhan Arus Petikemas 6,7 Persen hingga April 2026

1 hour ago 1

IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membuka kuartal II 2026 dengan mencatat peningkatan kinerja operasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membuka kuartal II 2026 dengan mencatat peningkatan kinerja operasional. Realisasi throughput hingga April 2026 mencapai 1.159.575 TEUs, meningkat 6,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.086.766 TEUs.

Peningkatan throughput IPC TPK sejalan dengan tren pertumbuhan perdagangan nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor Indonesia periode Januari—Maret 2026 tumbuh 10,05 persen secara tahunan, sementara neraca perdagangan nasional masih mencatat surplus sebesar 5,55 miliar dolar AS.

Di sisi lain, dinamika rantai pasok global masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk meningkatnya biaya logistik serta ketidakpastian jalur pelayaran internasional akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas pengiriman laut global dan mendorong penyesuaian pada sejumlah rute maritim internasional.

Meski demikian, IPC TPK tetap menjaga keandalan layanan dan efisiensi operasional guna memastikan kelancaran arus barang tetap terjaga.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan perusahaan terus menjaga optimalisasi layanan dan efisiensi operasional guna mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.

“Optimalisasi dan efisiensi layanan terus kami pertahankan guna mendukung kelancaran arus barang serta menjaga daya saing logistik nasional,” ujar Daniel.

Secara year on year, peningkatan kinerja pada April 2026 tercatat sangat signifikan, yakni sebesar 26,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada April 2026, kinerja operasional mencapai 308.810 TEUs, meningkat dibandingkan April 2025 yang sebesar 243.579 TEUs.

Peningkatan tertinggi terjadi di wilayah Tanjung Priok, terutama di IPC TPK Area Tanjung Priok 2 yang tumbuh 36,7 persen dan Area Tanjung Priok 1 sebesar 24,3 persen. Pertumbuhan tersebut didorong tambahan layanan ad hoc dan peningkatan volume dari sejumlah shipping line.

Sementara itu, IPC TPK Area Palembang turut mencatat pertumbuhan sebesar 18,7 persen seiring meningkatnya aktivitas ekspor dan impor sejumlah komoditas seperti rubber, wood product, coconut, hingga metal box.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |