KEMENTERIAN Haji dan Umrah melaporkan banyak jemaah haji Indonesia yang jatuh sakit setiba di Madinah, Arab Saudi. Per 1 Mei 2026, tercatat sebanyak 4.246 jemaah haji menjalani rawat jalan. Angka itu bertambah signifikan dari 1.373 jemaah sakit pada 29 April 2026.
Selain itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff mengatakan sebanyak 70 jemaah lain dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 101 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dan 42 orang masih menjalani perawatan RSAS. “Sementara jumlah jemaah wafat hingga 30 April 2026 tercatat sebanyak 5 orang,” kata Maria Assegaff dalam keterangan pers pada Jumat, 1 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Maria memaparkan, saat ini sudah ada 159 kelompok terbang (terbang) dengan jumlah 62.193 jemaah dan 689 petugas yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah itu, 57.955 orang yang tergabung dalam 149 kloter telah mendarat di Madinah, kemudian sebanyak 4.871 jemaah dari 12 kloter mulai bergerak ke Mekkah.
"Adapun sebanyak 1.551 jemaah dari empat kloter telah tiba lebih dulu di Makkah untuk menjalani umrah wajib dan persiapan menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," kata Maria.
Kementerian Haji mengimbau jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan, serta mewaspadai suhu panas di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius. Maria mengatakan jemaah sebaiknya menggunakan alat pelindung diri (APD) sederhana seperti payung, topi, masker, alas kaki yang nyaman, serta memperbanyak konsumsi air putih.
“Cuaca di Tanah Suci cukup panas. Jemaah diharapkan tidak memaksakan aktivitas di siang hari dan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” tuturnya.
Selain itu, Kementerian Haji juga meminta seluruh pihak, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), agar mematuhi aturan penyelenggaraan ibadah haji. Maria menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi aktivitas non-prosedural yang dapat membahayakan keselamatan jemaah. “Keselamatan dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” kata dia.


















































