HALO, pembaca nawala Cek Fakta Tempo!
Sekitar 300 pemeriksa fakta dari berbagai belahan dunia berkumpul di Taskius School and Art Center, Vilnius, kota tua warisan UNESCO. Selama tiga hari, 17–19 Juni 2026, mereka membedah persoalan misinformasi dan disinformasi dalam konferensi Global Fact ke-13. Hajatan tahunan ini digelar oleh International Fact-Checking Network (IFCN), jaringan organisasi cek fakta di bawah Poynter Institute. Tempo hadir sebagai salah satu anggotanya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Bagi Tempo, berpartisipasi dalam konferensi pemeriksa fakta terbesar sejagat ini bukan sekadar formalitas. Global Fact menjadi ruang krusial untuk belajar, berdiskusi, dan menjajaki kolaborasi baru. Setiap praktik baik (best practice) yang dipetik bakal diadopsi ke dalam newsroom.
Dibandingkan dengan tiga gelaran terdahulu yang sempat diikuti Tempo—yakni di Afrika Selatan, Norwegia, dan Korea Selatan—Global Fact 2026 terasa lebih muram. Jumlah peserta menyusut dari 500-an menjadi sekitar 300 orang. Penyusutan ini merekam krisis nyata yang melanda komunitas penumpas hoaks setahun terakhir.
Direktur IFCN Angie Drobnic Holan saat menyampaikan pidatonya di Global Fact 2026, Vilnilus, Lithuania, pada 17 Juni 2026,
Direktur IFCN Angie Drobnic Holan mengakui anggaran tahun ini merupakan yang terkecil. Penyebabnya benderang, pemutusan sepihak aliran dana penyokong organisasi pemeriksa fakta. Perusahaan teknologi raksasa memonopoli keuntungan digital tanpa menyisihkan investasi untuk akurasi informasi.
Tantangan kian berat akibat lonjakan serangan dan pelecehan dari para politikus. Ditambah lagi, kerja jurnalisme cek fakta digerogoti oleh AI overview—fitur ringkasan berbasis akal imitasi yang memangkas minat pengguna untuk mengeklik situs berita resmi. Dampaknya instan dan menyakitkan: pemangkasan staf, keterbatasan sumber daya, dan beban kerja yang kian berlapis di berbagai organisasi.
Menghadapi situasi pelik ini, Angie memompa optimisme dengan mengutip puisi Keep Going karya Edgar A. Guest, “Saat dana menipis dan utang menumpuk, saat kau ingin tersenyum tetapi harus menghela napas; saat beban pikiran menekanmu, beristirahatlah jika perlu, tetapi jangan menyerah.” Ia menekankan dengan mengulang dua kali kata “jangan menyerah” untuk memberi semangat dan membangkitkan optimisme.
Global Fact 2026 digelar di Taskius School and Art Center, Vilnilus, Lithuania pada 17-19 Juni 2026 diikuti sekitar 300 orang pemeriksa fakta dari seluruh penjuru dunia.
Namun, di paruh kegelapan itu, daya lenting komunitas ini tetap menyala. Empat organisasi sukses menyabet Global Fact Award 2026 lewat karya investigasi yang berdampak nyata. Pravda Association dari Polandia, misalnya, mengawinkan riset ilmiah, opini ahli, dan reportase lapangan untuk membongkar disinformasi kesehatan. Investigasi ini memaksa institusi kesehatan bergerak melakukan inspeksi, penegakan hukum, hingga pembersihan iklan menyesatkan.
Sementara itu, Efe Verifica dari Spanyol merajut testimoni 10 orang dari berbagai negara yang hidupnya hancur akibat disinformasi dan teori konspirasi melalui multimedia interaktif. Dari Denmark, organisasi Tjekdet berkolaborasi membongkar sindikat di balik platform online penyedia deepfake pornography, yang berujung pada penutupan resmi platform tersebut secara permanen.
Aksi penumpasan hoaks yang berdampak juga ditunjukkan oleh Fact Check Hub Nigeria. Mereka menguliti modus penipuan investasi Ponzi berbasis akal imitasi. Penelusuran mereka berhasil menelanjangi kegagalan moderasi platform Meta dan YouTube dalam melindungi publik dari jerat kerugian digital. Dari capaian empat kolega dunia ini, Tempo pulang dengan kepala tegak, merawat optimisme dan menjaga jurnalisme tetap berdampak.
Ada Apa Pekan Ini?
Dalam sepekan terakhir, klaim yang beredar di media sosial memiliki beragam isu, mulai dari isu internasional, politik,hukum, hingga kesehatan. Buka tautannya ke kanal Cek Fakta Tempo untuk membaca hasil periksa fakta berikut:
- Benarkah Pertamina Akan Hapus Pertalite Pada 2027?
- Benarkah Suporter Aljazair Teriakkan Ujaran Kebencian ke Messi?
- Benarkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Turunkan Harga Pertamax Jadi Rp 10.500?
- Benarkah Pigai Menolak Dukung Iran karena Israel Memiliki Kedaulatan Sejati?
Kenal seseorang yang tertarik dengan isu disinformasi? Teruskan nawala ini ke surel mereka. Punya kritik, saran, atau sekadar ingin bertukar gagasan? Layangkan ke sini. Ingin mengecek fakta dari informasi atau klaim yang anda terima? Hubungi Tipline kami.
Ikuti kami di media sosial:


















































