Kapolri Akui Masih Ada Permintaan Loloskan Akpol

1 hour ago 3

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku masih sering menerima pesan yang meminta dirinya membantu meloloskan peserta Akademi Kepolisian (Akpol). Ia menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi dan Pengawasan (Rakorwas) Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)-Polri 2026 di Ancol, Jakarta Utara.

Meski demikian, Sigit menegaskan bahwa saat ini ia tidak dapat memenuhi permintaan-permintaan tersebut. “Ya saya mohon maaf kepada rekan-rekan di sini, mohon maaf barangkali ada yang putra-putrinya masuk Akpol, kami tidak bisa berbuat banyak untuk membantu karena memang sudah menjadi komitmen kami saat ini untuk tidak ada lagi kuota khusus dari Kapolri,” kata Sigit, dikutip dari siaran langsung akun YouTube TV Radio Polri, Rabu, 10 Juni 2026.

Sigit menjelaskan, ia biasanya menerima pesan tersebut melalui WhatsApp. Isi pesannya beragam, mulai dari permintaan agar anak hingga kerabat seseorang dapat lolos ke tahap seleksi berikutnya.

Menurut dia, pengirim pesan tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga pejabat dan mantan petinggi Polri. Namun, Sigit menegaskan bahwa kali ini ia tidak dapat membantu karena Polri tengah menghadapi momentum penting dalam agenda reformasi institusi. “Kami saat ini sedang menghadapi rekomendasi komisi reformasi yang tentunya kita juga harus menjaga itu semua,” ujarnya.

Setelah pengesahan revisi Undang-Undang Polri, Sigit memastikan tidak ada lagi praktik titipan dalam proses seleksi Akpol. Ia menegaskan tidak akan ada lagi upaya membantu siapa pun untuk meloloskan peserta pada tahap rekrutmen.

Sigit mengatakan Polri kini menerapkan sistem rekrutmen yang lebih ketat dan transparan. Menurut dia, setelah hasil seleksi diumumkan, tidak ada lagi ruang untuk mengubah keputusan. “Jadi tiap hari Pak Anwar (As SDM Polri Irjen Anwar) ini selalu saya marahi. ‘Kok masih ada yang WA saya minta supaya anaknya bisa diloloskan di tahap berikutnya, sementara Pak Anwar sudah mengumumkan,’” ujar Sigit.

Ia mengaku lebih memilih dimarahi oleh pihak-pihak yang meminta titipan daripada merusak sistem yang sedang dibangun. Menurut Sigit, sikap tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan institusi kepolisian di tengah tuntutan reformasi Polri.

“Risikonya ya kita lebih baik dimarahi. Tapi mudah-mudahan ini yang kita lakukan bukan karena kita tidak ingin bantu, tapi ini bagian dari upaya kita untuk ingin menunjukkan bahwa institusi Polri saat ini sedang berbenah untuk menjadi lebih baik,” kata Sigit.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |