Kepemimpinan Adaptif, Bekal Baru ASN Indonesia

9 hours ago 9

Image Adekamwa

Kabar | 2026-08-01 04:56:56

Senyum penerima penghargaan merekam awal tanggung jawab baru. Gelar The Best Reformer lahir dari kerja konsisten (Humas).

Makassar - Transformasi birokrasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan responsif kembali diperkuat. Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia secara resmi melepas lulusan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 di Aula Hasanuddin, Makassar, Jum’at (31/7/2026).

Langkah penguatan kapasitas kepemimpinan birokrasi ini sejalan dengan tuntutan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mendorong perubahan fundamental tata kelola pemerintahan menuju birokrasi yang lebih fleksibel, berkinerja tinggi, dan berorientasi pada hasil. Pelatihan ini menuntut para pejabat struktural untuk mampu merumuskan solusi konkret atas permasalahan publik yang kompleks di daerah maupun instansi masing-masing.

Indikator keberhasilan PKN Tingkat II tefleksikan dari luaran akademis dan praktis para peserta. Sebanyak empat rumusan naskah kebijakan (policy brief) strategis berhasil disusun dan diserahkan secara simbolis oleh perwakilan peserta, Andi Asminullah, S.STP., kepada pimpinan LAN RI. Naskah kebijakan ini memuat ide-ide terobosan dan rekomendasi berbasis data yang dirancang untuk mengatasi hambatan pelayanan serta mempercepat efisiensi birokrasi di berbagai lini pemerintahan.

Kepemimpinan Adaptif dan Daya Saing Global

Sekretaris Utama, Dr. Andi Taufik, M.Si., yang hadir mewakili Kepala LAN RI, menegaskan bahwa perubahan lanskap dunia yang cepat menuntut aparatur negara meninggalkan pola kerja lama yang kaku.

Dalam orasi pelepasan bertajuk "Adaptive Leadership For A Resilient and Sustainable Government," ia menekankan pentingnya kelincahan berpikir dan bertindak bagi pimpinan sektor publik. "Pengembangan kepemimpinan adaptif sangat krusial dalam mendukung transformasi tata kelola bangsa. Mengapa kepemimpinan adaptif ini penting? Karena di sinilah letak kekuatan kita untuk mewujudkan resiliensi nasional dan memenangkan daya saing global. Pemimpin yang adaptif adalah kunci untuk memastikan kehadiran pemerintah senantiasa relevan dan tanggap terhadap kebutuhan rakyat," ujar Sestama LAN dalam catatan Tim Humas.

Sinergi dan Penempaan Kedisiplinan

Proses pembelajaran Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 dirancang melalui pendekatan blended learning yang memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal berbasis experiential learning.

Selama tiga bulan, sejak 30 April hingga 31 Juli 2026, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang meliputi pembelajaran mandiri, e-learning sinkron dan asinkron, pembelajaran klasikal, visitasi kepemimpinan nasional, hingga aktualisasi kepemimpinan strategis melalui implementasi proyek perubahan di instansi masing-masing.

Dalam laporan penyelenggaraan, Dr. Muhammad Aswad, menjelaskan bahwa penyelenggaraan PKN Tingkat II berlandaskan regulasi pengembangan kompetensi aparatur sipil negara dan bertujuan membentuk kepemimpinan strategis bagi pejabat pimpinan tinggi pratama.

Sebanyak 70 peserta yang berasal dari kementerian, lembaga, serta pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota mengikuti program ini dengan mengusung tema Pengembangan Kepemimpinan Adaptif dalam Mendukung Transformasi Tata Kelola Daerah Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Masyarakat Pesisir. Tema tersebut menjadi acuan dalam penyusunan proyek perubahan agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung implementasi Asta Cita.

Dr. Muh Aswad menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tentunya diukur dari keberlanjutan implementasi proyek perubahan, setelah peserta kembali menjalankan tugas di instansinya.

"Keberhasilan pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh ekosistem pembelajaran. Karena itu, kami berharap proyek perubahan tidak berakhir seiring berakhirnya pelatihan, tetapi terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya, dicatat oleh Tim Humas.

Sisi kedisiplinan dan ketahanan mental peserta turut menjadi bagian vital dari kurikulum pelatihan. Mewakili para lulusan, Nuryadi, S.Sos., MAP, menyampaikan refleksi atas ketatnya standar penilain yang diterapkan selama proses pendidikan di Makassar.

"Ketatnya tenggat di aplikasi Learning Management System (LMS)—di mana keterlambatan mengunggah tugas meski sesaat melewati pukul 23.59 berarti tugas gugur hari itu—menjadi saksi bisu bagaimana kedisiplinan kami benar-benar diuji. Namun, dari perjuangan itulah kami membawa pulang 'oleh-oleh' kepemimpinan terbaik dari Makassar. Kami pasti akan merindukan kebersamaan yang begitu intens, setiap momen tawa dan air mata yang mewarnai perjalanan PKN II Angkatan IV Tahun 2026 ini," tutur Nuryadi.

Penguatan Jaringan Antarinstansi

Agenda pelepasan ini turut dihadiri jajaran pimpinan daerah dan lintas instansi yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan aparatur sipil negara. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan terhadap proses pengembangan kompetensi yang telah dijalani para peserta selama pelatihan.

Di antara tamu yang hadir ialah Direktur Politeknik STIA LAN Makassar Dr. Sulaeman Fattah, M.Si., Kepala Pokja Pengangkatan dan Mutasi BKN Regional IV Abd Rajab Ma'mun, S.Sos., M.Adm.SDA, Kepala BKPSDM Kabupaten Maros A. Sri Wahyuni A. Buchaerah, S.P., M.Si., Kabag Umum Pusjar SKMP Zulchaidir, S.Sos., MPA, serta Kepala BLPK LAN Makassar Sudarmi Narwis, S.E., M.M.

Turut hadir pula Ketua Tim Pembelajaran SKMP Dr. Johan Tarru Mada bersama para coach, widyaiswara, dan perwakilan instansi pengirim peserta yang mendampingi hingga akhir rangkaian kegiatan.

Tak ada seremoni yang benar-benar berakhir ketika sebuah tanggung jawab baru dimulai. Penyerahan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) oleh Sekretaris Utama LAN RI, didampingi Kepala Pusjar SKMP LAN dan Ketua Tim Pembelajaran, menjadi penanda bahwa para peserta telah menuntaskan proses pembelajaran dan siap kembali mengemban amanah sebagai pemimpin perubahan.

Langkah mereka berikutnya akan menentukan sejauh mana gagasan yang lahir selama pelatihan mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, PKN Tingkat II tidak berhenti pada kelulusan, melainkan berlanjut dalam implementasi perubahan di setiap instansi. Semangat tersebut sejalan dengan transformasi Lembaga Administrasi Negara menuju organisasi yang Bigger, Smarter, Better untuk mewujudkan ASN Kompeten, Rakyat Sejahtera.

Tim Humas Pusjar SKMP LAN

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |