Kualitas Udara Jakarta Jadi Salah Satu Terburuk di Dunia, Pramono Soroti Keberadaan PLTU

3 hours ago 4

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan wilayahnya menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan wilayahnya menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Hal itu diakui sebagai salah satu permasalahan yang belum sepenuhnya bisa teratasi. 

Pramono mengatakan, selama ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan pengembangan layanan transportasi umum. Tujuannya tidak lain agar makin banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum, sehingga kemacetan dan polisi bisa dikurangi.

"Konektivitas kita sekarang ini sudah 93 persen, dan sekarang ini orang yang menggunakan atau transportasi yang digunakan secara terus-menerus itu sudah lebih dari 31 persen, sebelumnya sekitar 23 persen," kata dia, Kamis (20/8/2026).

Meski begitu, kenaikan jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta nyatanya belum bisa mengatasi masalah polusi yang ada. Pasalnya, Jakarta masih menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. "Sekarang ini, kemarin Jakarta, seperti teman-teman ketahui nomor lima, tetapi memang terburuk di dunia, dan saya harus mengakui itu," kata Pramono. 

Menurut Pramono, masalah kualitas udara yang buruk di Jakarta bukan semata karena transportasi umum yang belum memadai. Ia menilai, terdapat permasalahan lain yang membuat masalah polusi di Jakarta belum dapat diatasi, salah satunya keberadaan industri batu bara.

"Ada persoalan-persoalan lain, misalnya pembakaran industri-industri di selingkaran Jakarta, salah satunya yang terkenal adalah Suralaya, yang menggunakan bahan bakar yang masih tidak ramah lingkungan," ujar politikus PDIP itu.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta disebut akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan begitu, kualitas udara di Jakarta diharapkan dapat menjadi lebih baik.  "Sehingga dengan demikian, saya sebagai Gubernur Jakarta berharap bahwa ada juga koordinasi dengan pemerintah pusat agar yang memberikan kontribusi menyebabkan emisi yang masih tinggi itu bisa diatur bersama-sama," kata dia.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |