REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bogor Hornbills berada di ambang final Indonesian Basketball League (IBL) 2026 setelah menaklukkan Satria Muda Pertamina Bandung 93-82 pada gim ketiga semifinal di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Rabu (10/6/2026) malam. Kemenangan itu membuat Hornbills unggul 2-1 dalam seri best-of-five dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket ke partai puncak.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Satria Muda yang sebenarnya sempat mengendalikan jalannya pertandingan. Bahkan, tim asuhan Djordje Jovicic sempat berbalik unggul pada kuarter ketiga sebelum kehilangan momentum pada 10 menit terakhir pertandingan.
Sejak awal laga, kedua tim langsung bermain dalam tempo tinggi. Satria Muda membuka skor melalui tembakan tiga angka Yudha Saputera, tetapi Hornbills segera merespons dan menjaga persaingan tetap ketat. Tuan rumah menutup kuarter pertama dengan keunggulan tipis 24-23.
Pada kuarter kedua, Hornbills mulai menemukan ritme permainan melalui dominasi tiga pemain asing mereka, yakni Stephaun Branch, Kaleb Wesson, dan Travin Thibodeaux. Ketiganya menjadi motor serangan yang membawa Hornbills memperlebar jarak hingga unggul 59-47 saat turun minum.
Namun, Satria Muda menunjukkan karakter sebagai salah satu tim tersukses di IBL. Dipimpin Niven Glover, Giorgi Bezhanishvili, dan Dame Diagne, tim tamu bangkit pada kuarter ketiga. Tiga tembakan tiga angka Bezhanishvili membantu Satria Muda membalikkan keadaan dan unggul 69-64.
Momentum tersebut ternyata tidak mampu dipertahankan. Memasuki kuarter keempat, Hornbills kembali mengambil alih permainan. Branch, Wesson, dan Thibodeaux bergantian mencetak angka, sementara Satria Muda kehilangan ketajaman dan konsistensi di kedua sisi lapangan.
Pelatih Satria Muda Djordje Jovicic menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik hampir sepanjang pertandingan. Namun, kelengahan pada awal kuarter keempat menjadi titik balik yang dimanfaatkan Hornbills untuk menciptakan rentetan poin penting.
"Pada awal kuarter keempat, saat unggul lima poin, kami lengah dan membiarkan mereka membuat run 13-2. Setelah itu kami kehilangan konsentrasi," ujar Djordje.
Menurut dia, masalah terbesar timnya bukan semata-mata foul trouble yang dialami beberapa pemain, melainkan buruknya penguasaan defensive rebound. Satria Muda memberi terlalu banyak kesempatan kedua kepada lawan melalui 14 offensive rebound yang berhasil diamankan Hornbills.
"Empat belas offensive rebound untuk lawan adalah angka yang terlalu besar dalam pertandingan seperti ini. Di sisi lain, kami juga kurang sabar saat menyerang dan kehilangan ritme permainan pada 10 menit terakhir," katanya.
Meski berada dalam posisi tertekan, Djordje menegaskan peluang Satria Muda belum tertutup. Ia menekankan pentingnya pengalaman para pemain senior serta fokus pada detail kecil yang kerap menjadi pembeda dalam laga playoff.
"Kami akan beristirahat, melakukan pemulihan, lalu kembali bertarung dengan energi baru. Seri ini belum selesai dan kami harus memperbaiki apa yang tidak berjalan baik malam ini," ujar pelatih asal Serbia tersebut.
Senada dengan sang pelatih, kapten tim Abraham Damar Grahita mengatakan kekalahan ini menjadi bahan evaluasi. Apalagi, Satria Muda dalam situasi terjepit dengan harus mengamankan kemenangan. Menurut dia, situasi sulit yang dihadapi Satria Muda saat ini harus dijawab dengan penyesuaian yang tepat agar mampu memaksa seri berlanjut hingga gim kelima.
Dari kubu tuan rumah, pelatih Cesar Camara mengingatkan para pemainnya agar tidak terlena dengan kemenangan ini. "Saat bicara setelah pertandingan, saya minta anak-anak untuk menikmati kemenenangan ini dan tidak mengatakan 'satu kemenangan lagi!'. Saya mengingatkan mereka agar tetap menganggap saat ini skor masih 0-0 dan meminta mereka menikmati pertandingan berikutnya tanpa tekanan," kata Cesar.
Gim keempat akan kembali digelar di GOR Laga Tangkas pada Jumat (12/6), saat Satria Muda berusaha menjaga peluang menuju final tetap hidup.
sumber : Antara

1 hour ago
1
















































