Lebih Imersif dan Intens, Film Horor Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang di IMAX

3 hours ago 4

CANTIKA.COM, Jakarta - Setelah berhasil meraih lebih dari 1,4 juta penonton, 'Kuasa Gelap' kembali hadir dengan sekuelnya yang berjudul "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah". Masih menjadikan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas dan Lukman Sardi sebagai Romo Rendra, kisah film ini akan menghadirkan cerita berbeda dengan karakter baru dan sentuhan yang lebih intense.

Bagi penonton "Kuasa Gelap" sebelumnya sudah lebih tahu bagaimana Romo Thomas bertarung dengan iman dan kepercayaan dari dalam dirinya. Kali ini kisahnya akan menjelajah lebih dalam mengenai Romo Rendra. “Kalau di Kuasa Gelap yang pertama itu kita melihat dari lebih dari point of view-nya Romo Thomas gitu. Dia dengan struggle-nya sendiri. Sedangkan kalau yang di 'Kuasa Gelap: Perjanjian Darah', kita melihat lebih ke Romo Rendra dengan his own demons,” ujar Jerome Kurnia saat berbincang di kantor Tempo, di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Tayang di IMAX

Kabar baiknya, "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" yang dijadwalkan tayang pada 8 Oktober mendatang akan di tayangkan di IMAX. Ya, film ini hadir dengan peningkatan kualitas gambar dan suara sesuai dengan standar IMAX dan prosesnya dilakukan dalam jangka waktu kurang lebih 20 hari. “Yang pertama kan fokusnya sama satu keluarga. Di kuasa gelap yang kedua ini stake-nya lebih besar, mempengaruhi satu wilayah. Kita butuh sedikit action yang lebih oke. Jadi memang secara cerita lingkupnya lebih besar, iblisnya lebih serem. Juga secara produksinya dan tentu budget-nya meningkat,” jelas Produser Prima Taufik.

Tidak hanya itu, setiap adegan dalam film ini juga dibuat dengan teliti untuk mencapai hasil terbaik. “Bahkan ada adegan eksorsis, yang satu scene saja itu butuh tiga hari untuk menyelesaikannya, karena memang visinya (sutradara) mas Rizal Mantovani seperti itu. Skalanya terlihat sangat masif. Produksi di bagian eksorsis dan bagian set-nya memang lebih kompleks," lanjutnya.

Terinspirasi Kisah  Nyata

Lebih lanjut Prima juga menjelaskan bahwa cerita di film ini sebenarnya sudah ditulis terlebih dahulu. “Sebenarnya film yang kedua ini adalah cerita yang kita bikin di awal sebenarnya. Cuma karena ceritanya terlalu besar, mungkin terlalu ambisius. Nah, dites dulu di film yang pertama. Setelah sukses makanya kemudian kita lanjut film yang kedua ini,” jelas Prima.

Ia juga menambahkan bahwa sekuel ini dibuat berdasarkan kisah asli yang pernah terjadi."Untuk cerita, kita emang berdasarkan kasus-kasus nyata,” katanya. “Jadi pas research mendatangi gunung itu, kita memang melihat sendiri ternyata yang datang ke sini tuh enggak cuma satu agama, dua agama. Memang banyak banget, jadi pusat orang untuk meminta itu. Setelah yang sudah kita tulis ternyata valid kasusnya, kita konsultasi sama orang lain. Untuk mengatasi kasus ini tuh doanya apa, prosesnya gimana, jadi sesuai.” jelas Prima.

Karakter Baru

Setelah sebelumnya terlibat dalam film pertama, Jerome Kurnia yang kembali berperan sebagai Romo Thomas menjelaskan bahwa para pemeran baru juga mendapat kesempatan untuk mempelajari lebih dalam mengenai latar belakang Katolik, mengingat tidak semua pemeran memiliki latar belakang yang sama. Dalam prosesnya, mereka pun banyak berdiskusi dan belajar bersama para Romo yang terlibat sebagai sumber referensi selama proses pendalaman karakter.

“Karena banyak pemeran baru di 'Kuasa Gelap: Perjanjian Darah', mungkin beberapa dari mereka tidak memiliki background Katolik. Mereka juga banyak belajar dari Romo yang bantu kita sebagai sumber bertanya. Mereka jadi saling belajar, mulai dari hal simple,” ujar Jerome.

Salah satu karakter baru di "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah", Faiz Vishal yang memerankan tokoh Bayu menceritakan kisah uniknya saat ditawarkan bergabung dalam produksi ini. “Waktu itu kalau gak salah sebelumnya lagi ada promo film, sempat dengar mau syuting 'Kuasa Gelap' ini. Cuma waktu itu belum dikabari untuk ikut terlibat sebagai pemainnya. Teman ngomong, 'Eh Kuasa Gelap lagi mau syuting tuh'. Terus selang tiga atau empat hari, dihubungi ditawari main di sini. Kayak baru kemarin diomongin nih, langsung kejadian. Pas banget,” tutur pelantun lagu 'Dialog' itu.

Sesuai dengan latar lokasi cerita yang mengambil tempat di kawasan pelabuhan, Bayu digambarkan sebagai penduduk asli yang bekerja sebagai nelayan. Faiz menambahkan, karakter tersebut memiliki sifat penuh curiga dan cenderung sulit mempercayai hal-hal baru yang datang ke daerahnya. Sikap ini turut menggambarkan bagaimana asumsi publik dapat memengaruhi cara seseorang memandang sesuatu yang dianggap asing.

Pilihan Editor: Gina S. Noer Ungkap Inspirasi Personal di Balik Film Aku Sebelum Aku

SALSABILLA FARKA KIRANI I LANNY KUSUMASTUTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |