Libur Sekolah Mau Naik Kapal Pesiar? Simak Tips Cegah Hantavirus dari IDAI

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang libur sekolah, mungkin ada sebagian orang tua yang hendak membawa ananya berwisata ke kapal pesiar. Namun setelah kasus hantavirus mewabah di kapal pesiar MV Hondius, banyak yang mulai khawatir soal risiko penularan penyakit selama perjalanan.

Lantas bagaimana cara mencegah paparan virus selama di kapal pesiar? Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Dr Dominicus Husada mengatakan kunci utama pencegahan tetap terletak pada menjaga kebersihan diri dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Tidak ada keraguan-keraguan, dalam kondisi apa pun, terhadap penyakit apa pun, sebagian besar PHBS sudah efektif untuk mencegah. Minimal menurunkan risiko," kata Guru Besar bidang ilmu PD3I Universitas Airlangga tersebut dalam diskusi virtual IDAl pada Jumat (8/5/2026).

la menjelaskan, langkah sederhana seperti rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan saat berada di tempat umum tetap menjadi perlindungan utama dari berbagai penyakit menular, termasuk hantavirus. Meski penting, namun menurut Prof Dominicus medical check up (MCU) rutin belum tentu mampu mendeteksi penyakit langka seperti hantavirus. Hal tersebut karena pemeriksaan MCU umumnya tidak difokuskan untuk mencari infeksi semacam itu.

"MCU pun tidak bisa mendeteksi yang jarang-jarang seperti ini, karena bukan fokusnya. Jadi pasti tidak akan tercover di MCU," kata dia.

la menambahkan, hantavirus juga memiliki masa inkubasi yang cukup panjang. Gejala penyakit bisa muncul hingga enam sampai delapan pekan setelah seseorang terpapar sumber virus. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada saat bepergian, terutama ke tempat dengan mobilitas tinggi dan kerumunan besar seperti kapal pesiar.

"Hantavirus itu gejalanya bisa muncul sampai 6-8 pekan dari awal kontak dengan sumber virus. Berarti lama banget, Salah satu yang paling lama yang saya tahu," kata dia.

Prof Dominicus juga menyarankan masyarakat menerapkan kebiasaan yang sempat dilakukan selama pandemi Covid-19, seperti menjaga jarak sosial bila memungkinkan, memakai masker, dan rutin mencuci tangan. "Kalau misal mau wisata mungkin bisa dipakai maskernya, jangan lupa cuci tangan, intinya tetap menjaga kebersihan," kata dia.

la menambahkan, masyarakat juga perlu menyadari bahwa risiko munculnya penyakit menular baru akan semakin sering terjadi seiring tingginya mobilitas global.

"Hal-hal seperti ini akan semakin sering kita hadapi, karena dunia ini adalah kampung yang besar. Dan kita tidak boleh lengah," ujar Prof Dominicus

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |