Lima Tanda Kelelahan Mental yang Sering Diabaikan

4 hours ago 2

Wanita mengalami kelelahan mental (ilustrasi). Kelelahan mental menjadi masalah yang semakin banyak dialami masyarakat di tengah tuntutan hidup modern.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelelahan mental menjadi masalah yang semakin banyak dialami masyarakat di tengah tuntutan hidup modern. Meski sudah tidur cukup, tidak sedikit orang yang tetap merasa lelah, sulit berkonsentrasi, hingga kehilangan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari

Menurut praktisi kesehatan mental Prakriti Poddarv, kondisi tersebut sering kali disebabkan oleh sistem saraf yang tidak mendapatkan pemulihan yang cukup. la menyebut fenomena ini sebagai recovery crisis atau krisis pemulihan.

"Bahkan dengan tidur lebih awal, itu tidak akan menyelesaikan semuanya jika pikiran dan sistem saraf tidak benar-benar pulih," kata dia seperti dilansir laman Hindustan Times, Rabu (17/6/2026).

la menjelaskan bahwa tubuh dapat memberikan sinyal ketika seseorang mengalami kelelahan mental. Setidaknya ada lima tanda utama yang sering kali diabaikan, sebagai berikut:

1. Merasa lelah meski tidur cukup

Tanda paling umum kelelahan mental adalah tetap merasa lelah meski sudah tidur semalaman. Hal ini terjadi karena pikiran tidak otomatis berhenti bekerja ketika tubuh beristirahat. la menjelaskan adanya efek "last in, first out" yaitu kecenderungan pikiran untuk terus memproses hal terakhir yang dipikirkan sebelum tidur.

Akibatnya, seseorang dapat terus memikirkan masalah atau kekhawatiran sepanjang malam sehingga kualitas pemulihan menjadi tidak optimal. Prakriti menekankan bahwa pemulihan yang sesungguhnya terjadi ketika seseorang mampu melepaskan tekanan dan lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar mendukung kesejahteraan dirinya.

2. Hal kecil terasa sangat membebani

Saat pikiran berada dalam kondisi terlalu penuh, tugas-tugas sederhana yang biasanya mudah dilakukan dapat terasa jauh lebih berat. Seseorang mungkin menjadi lebih mudah marah, tersinggung, atau tidak sabar dibandingkan biasanya. Menurut Prakriti, kondisi ini bukan tanda kelemahan atau kemalasan, melainkan sinyal bahwa kapasitas emosional sudah terkuras akibat tekanan mental yang terus menumpuk.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |