PENCERNAAN anak yang sehat dapat membantu penyerapan gizi dan makanan dengan optimal. Namun menurut tinjauan ilmiah internasional pada tahun 2022, sekitar 1 dari 5 anak usia di bawah 4 tahun di dunia mengalami tantangan pencernaan.
Masalah ini juga dihadapi penyanyi Anggi Marito. Ia mengatakan anaknya kerap mengalami gangguan perut kembung hingga Gerakan Tutup Mulut (GTM). Namun ia segera mencari informasi tepercaya, dan mulai menyadari adanya kaitan erat antara perilaku rewel sang anak dengan kenyamanan pencernaannya.
"Anak saya itu langganannya perut kembung dulu, malam bisa bangun tiga sampai empat kali sambil menangis. Kalau sudah kembung pasti rewel dan GTM, makanan dimasukkan langsung dilepeh. Setelah saya tahu rewel dan clingy itu berhubungan langsung sama pencernaan, saya jadi lebih aware," ujar Anggi, saat jumpa pers di Lactogrow Digestion Expert Lab, di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Baca juga: Kesehatan Pencernaan Kunci Pertumbuhan Anak
Gangguan Saluran Cerna pada Anak
Dokter spesialis anak Miza Afrizal mengatakan bahwa saluran pencernaan adalah satu-satunya organ tubuh manusia yang memiliki hubungan komunikasi dua arah secara langsung dengan otak tanpa perantara
Koneksi intens ini berdampak nyata pada keseharian anak. Ketika pencernaan anak mengalami gangguan, gejalanya sering kali tidak tampak seperti masalah pencernaan biasa, melainkan muncul lewat perubahan perilaku.
"Saluran pencernaan itu kalau mau komunikasi sama otak bisa langsung, tidak perlu pakai perantara. Artinya, tektokannya lebih cepat. Jadi kalau saluran pencernaan anak ada gangguan, efeknya bisa langsung ke mana-mana, termasuk memengaruhi mood anak, membuatnya rewel, dan menjadi clingy atau menempel terus," ujar. Miza.
Dokter spesialis Anak Miza Afrizal (kiri) memaparkan tentang pencernaan anak dalam Lactogrow Digestion Expert Lab, di Jakarta, 5 Juni 2026. TEMPO/Laode Muhamad Ashegaf
Menurut Miza tantangan terbesar pada anak yang belum bisa berkomunikasi, gejala yang timbul tidak pada pencernaan, seperti muntah atau diare. "Sering kali tandanya anak uring-uringan terus atau menolak nyusu padahal kembung," ujarnya. Selain itu, kondisi perut yang begah atau kembung juga otomatis menurunkan nafsu makan serta merusak kualitas tidur malam pada anak.
Keseimbangan Mikrobiota dalam Usus
Jika gangguan pencernaan pada anak di bawah usia 4 tahun dibiarkan, dapat menghambat penyerapan gizi secara optimal, sehingga nutrisi yang dikonsumsi anak terbuang sia-sia. Miza menambahkan untuk mengatasinya kunci utama terletak pada menjaga keseimbangan ekosistem mikrobiota atau bakteri baik di dalam usus melalui asupan prebiotik dan probiotik yang tepat.
Salah satu probiotik alami yang paling banyak diteliti dan terbukti klinis efektif adalah Lactobacillus reuteri. Bakteri baik ini unik karena mampu menempel di sepanjang saluran pencernaan manusia, mulai dari lambung hingga usus besar. Namun dia mengingatkan agar mewasapdai konsumsi gula tambahan (added sugar) dan produk ultra-processed food, yang merupakan musuh utama bakteri baik yang dapat memicu ketidakseimbangan ekosistem usus. "Untuk menjaga ekosistemnya, berikan anak real food yang kaya serat alami dan batasi gula tambahan maksimal 25 gram sehari untuk anak di atas 2 tahun," ujar Miza.
Laode Muhamad Ashegaf berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Waspada Anemia Defisiensi yang Merusak Daya Ingat Anak


















































