Mulai April 2026, Jepang Melarang Power Bank di Pesawat

8 hours ago 4

CANTIKA.COM, Jakarta- Buat kamu yang enggak bisa lepas dari bank daya atau power bank saat penerbangan, siap-siap ya. Jepang berencana melarang penggunaan power bank selama penerbangan menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko kebakaran baterai lithium-ion di kabin pesawat. Kebijakan ini menempatkan Jepang mengikuti langkah sejumlah negara lain seperti Korea Selatan dan Australia yang lebih dulu memperketat aturan terkait pengisi daya portabel.

Dilansir dari NHK, penumpang penerbangan domestik di Jepang nantinya dilarang menggunakan power bank di dalam pesawat. Selain itu, setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa maksimal dua unit power bank dengan kapasitas tidak melebihi 160 watt-hour (Wh), dan wajib disimpan di bagasi kabin.

Aturan sebelumnya sebenarnya sudah membatasi kapasitas baterai. Power bank dengan daya di atas 160 Wh dilarang dibawa ke kabin, sementara perangkat dengan kapasitas di bawah 100 Wh tidak memiliki batas jumlah. Namun, meningkatnya insiden kebakaran membuat pemerintah mempertimbangkan pembatasan yang lebih ketat, termasuk pelarangan penggunaan selama penerbangan.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Baterai lithium-ion diketahui berisiko mengalami panas berlebih jika rusak atau mengalami gangguan teknis. Di ruang kabin pesawat yang tertutup, percikan api kecil dapat berkembang menjadi situasi darurat serius.

Institut Teknologi Nasional Jepang mencatat terdapat 123 insiden terkait baterai portabel sepanjang 2024, meningkat sekitar 160 persen dibandingkan 47 kasus pada 2020. Lonjakan ini menjadi alarm bagi otoritas keselamatan penerbangan untuk segera mengambil langkah pencegahan.

Per Juli 2025, Jepang masih mengizinkan penggunaan power bank selama perangkat tersebut tetap terlihat dan tidak disimpan di kompartemen atas. Namun, mulai April mendatang, Kementerian Perhubungan Jepang diperkirakan akan memberlakukan aturan baru yang melarang penggunaan power bank untuk mengisi daya telepon seluler atau perangkat elektronik lain selama penerbangan. Penumpang juga tidak diperbolehkan mengisi ulang power bank menggunakan stopkontak yang tersedia di kursi pesawat.

Selain itu, semua baterai lithium-ion tetap dilarang dimasukkan ke dalam bagasi terdaftar. Kebijakan ini konsisten dengan standar keselamatan penerbangan internasional yang menempatkan baterai berisiko tinggi di kabin agar dapat segera ditangani jika terjadi masalah.

Isu ini juga menjadi perhatian global. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) tengah membahas kemungkinan perubahan regulasi internasional terkait penggunaan power bank di pesawat setelah sejumlah insiden kebakaran dilaporkan di berbagai negara.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan terjadi pada Januari 2025 ketika maskapai Air Busan melarang penyimpanan bank daya di kompartemen atas menyusul kebakaran besar yang menghancurkan salah satu pesawatnya di landasan pacu. Insiden tersebut semakin mempertegas urgensi pengetatan aturan terhadap perangkat berbasis lithium-ion dalam penerbangan.

Dengan rencana kebijakan baru ini, penumpang yang bepergian ke Jepang atau menggunakan maskapai Jepang disarankan untuk memeriksa kembali kapasitas dan jumlah power bank yang dibawa. Regulasi yang semakin ketat menunjukkan bahwa isu keselamatan kini menjadi prioritas utama dalam pengelolaan perangkat elektronik di kabin pesawat.

Pilihan Editor: Saat Liburan ke Jepang, Kamu Bisa Beli Salad dan Granola Buah di Vending Machine

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |