Pelajar Ikut Kamisan saat Peringatan Reformasi: Jangan Diam

4 hours ago 4

SEJUMLAH pelajar mengikuti Aksi Kamisan ke-908 yang bertepatan dengan peringatan 28 tahun Reformasi 1998 pada Kamis, 21 Mei 2026. Para siswa tersebut hadir dalam aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta ini karena merasa generasi muda tak boleh buta dengan kondisi Indonesia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Terdapat beberapa rombongan pelajar di Aksi Kamisan kali ini. Sebagian dari mereka tampak mengenakan seragam putih abu-abu di antara sekitar seribu peserta Kamisan berpakaian hitam-hitam.

Para siswa ini berasal dari sekolah menengah atas (SMA) hingga sekolah menengah kejuruan (SMK). Beberapa di antara mereka baru pertama kali mengikuti Aksi Kamisan, sementara sebagian lainnya sudah rutin hadir sejak setahun terakhir.

Reformasi 1998 terjadi sebelum mereka lahir. Namun, para pelajar merasa perlu ikut memperjuangkannya. "Ternyata memang sampai sekarang belum tercapai," kata Imam Muhammad Al-Mahdi, siswa SMA Negeri 28 Jakarta, di lokasi Kamisan.

Siswa kelas XI ini berkata, para pelajar tidak boleh tinggal diam melihat masalah yang terjadi. Jika pemerintah Indonesia belum berhasil direformasi, Imam menyampaikan, dampaknya dirasakan oleh masyarakat luas termasuk para siswa.

Sebelum hari ini, Imam mengatakan sudah berulang kali mengikuti Kamisan. "Sudah satu tahun terakhir, alhamdulillah," kata dia.

Ia berkata awalnya mendapat informasi soal Kamisan dari teman. "Teman mengabarkan kalau ada demo yang enggak rusuh, namanya Kamisan. Akhirnya gue lumayan tertarik," tuturnya.

Menurut Imam, ia datang ke depan Istana Merdeka seusai jam sekolah. Kali ini, Imam mengajak beberapa temannya untuk memperingati Reformasi 1998 di Kamisan.

Reynaldi Rizky Mahardika, teman satu sekolah yang diajak Imam, mengatakan baru pertama kali hadir di Kamisan. Sama seperti Imam, ia tertarik datang karena merasa Indonesia masih memiliki banyak masalah bahkan 28 tahun setelah Reformasi.

Menurut Reynaldi, Indonesia belum benar-benar berhasil lepas dari bayang-bayang rezim Orde Baru yang ditumbangkan gerakan Reformasi. Ia mencontohkan berbagai kasus intimidasi aktivis, yang kerap terjadi di era mantan presiden Soeharto, hingga oligarki politik tetap menjadi corak kehidupan di tanah air.

Reynaldi berujar, pelajar termasuk salah satu kelompok yang kerap dirugikan dengan gagalnya Reformasi. Ia menyoroti biaya pendidikan yang mahal, khususnya bagi siswa yang mau melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, hingga kurikulum sekolah yang berantakan. "Hak-hak kami itu juga mungkin yang paling sering dirampas," ucap dia.

Siswa lainnya, Dava Fadila dari SMK Negeri 45 Jakarta, mengatakan pelajar tak boleh diam melihat berbagai masalah yang pernah dan sedang terjadi di Indonesia. "Sebagai anak muda, kita enggak boleh buta dengan apa yang terjadi," tuturnya.

Aksi Kamisan, kata Dava, adalah salah satu pengingat akan sejarah gelap Indonesia. Contohnya, ia menyampaikan, seperti kasus-kasus penculikan dan pembunuhan pada 1998.

Salah satu kasus tersebut adalah tewasnya mahasiswa Universitas Atma Jaya, Benardinus Realino Norma Irawan, pada 13 November 1998 yang membuat ibunya, Maria Catarina Sumarsih, menginisiasi Aksi Kamisan untuk menuntut keadilan. "Saya ingin ikut menyuarakan," tutur Dava.

Muhammad Azzam Maheva, siswa SMK lainnya, mengatakan banyak belajar dari Aksi Kamisan. Menurut Azzam, dari situ ia bisa mengetahui perjuangan yang masih dilakukan masyarakat Indonesia.

Azzam bercerita, beberapa teman sebayanya kerap mempertanyakan alasan dia pergi ke Kamisan. "Teman-teman gue bilang, 'Zam, lo ngapain sih Aksi Kamisan? Mending di rumah saja nonton YouTube'. Gue balikin, kalau misalnya lo jadi orang tua, anak lo hilang misalnya, reaksi lo bagaimana sih? Dia bingung tuh," tuturnya.

Maka dari itu, Azzam berujar ingin mengajak pelajar-pelajar lainnya ikut belajar dan berjuang lewat Kamisan. "Kayak maksud gue, jangan diam dong. Kita harus adili impunitas, pelanggaran hak asasi manusia yang tidak dihukum," ucap dia.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |