Penjelasan Kemenhan soal Siaga TNI di Sulut Saat KTT ASEAN

4 hours ago 2

KEMENTERIAN Pertahanan menjelaskan kegiatan kesiapsiagaan yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Sulawesi Utara. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan kegiatan itu sebagai dukungan keamanan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN.

Forum internasional yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto itu berlangsung di Cebu, Filipina pada 8-9 Mei 2026. Rico menyatakan kesiapsiagaan operasi gabungan TNI di wilayah yang berdekatan dengan lokasi KTT ASEAN bersifat antisipatif.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Tidak ada ancaman spesifik terhadap kepala negara maupun delegasi peserta KTT ASEAN," kata Rico ketika dihubungi pada Senin, 11 Mei 2026.

Menurut dia, pengerahan personel militer Tanah Air beserta alat utama sistem persenjataan dilakukan sebagai bagian dari standar kesiapan pengamanan untuk agenda internasional berskala tinggi. Jenderal bintang satu itu menjelaskan, kesiapan personel dan interoperabilitas antar matra menjadi fokus pengujian pelaksanaan kesiapsiagaan TNI di Sulawesi Utara itu.

"Juga berfokus pada pengujian sistem komando dan kendali, serta kemampuan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan situasi kontijensi di kawasan," ucap Rico.

Dia mengatakan pelaksanaan kesiapsiagaan TNI dalam mendukung kelancaran pelaksanaan KTT ASEAN tak melanggar aturan. Sebab, menurut dia, operasi gabungan TNI itu dilakukan dengan menjunjung penghormatan terhadap kedaulatan Filipina sebagai negara sahabat dan semangat kerja sama ASEAN.

Adapun dalam kegiatan kesiapsiagaan TNI di Sulawesi Utara itu, dikerahkan pesawat tempur, pesawat angkut, dan tiga kapal perang. “Ada lima pesawat F-16, Hercules dan A400M untuk operasi kesiapsiagaan ini. Tiga KRI juga dikerahkan, yakni Brawijaya, Siliwangi, dan R.E. Martadinata,” ucapnya dalam keterangan sebelumnya.

“Kesiapsiagaan TNI dalam konteks ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis ASEAN,” ujar Rico.

KTT ASEAN 2026 mengangkat tema “Navigating Our Future Together”. Forum tersebut menjadi ruang bagi para pemimpin ASEAN membahas arah kawasan di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global. Sebelum pertemuan tingkat kepala negara digelar, para menteri luar negeri ASEAN lebih dulu mengadakan sejumlah agenda pendahuluan pada Kamis, termasuk ASEAN Foreign Ministers’ Meeting dan ASEAN Political-Security Community Council Meeting.

Dalam lawatannya di KTT ASEAN, Prabowo berbicara soal arus persaingan di kawasan. Menurut dia, konflik dan rivalitas geopolitik hanya akan membawa dampak buruk bagi masyarakat dan menghambat pembangunan kawasan. Maka dari itu, kata Prabowo, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) harus mengedepankan dialog dan kerja sama sebagai fondasi utama hubungan antarnegara.

"Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik," kata dia di Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026, dikutip dari keterangan Sekretariat Presiden.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |