Pentingnya Melakukan PKL pada Mahasiswa

3 hours ago 3

Image Nabila Azzahra Zulkifli

Edukasi | 2026-08-19 05:48:40

Source : pinterest https://pin.it/6zktM2HYL

Langkah Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Mendapatkan Tempat PKL yang Bagus?

Hal pertama yang sangat penting dalam mendapatkan tempat PKL yang bagus adalah membangun relasi atau koneksi yang luas. Hampir semua mahasiswa tentumemiliki keinginan untuk melaksanakan PKL di perusahaan, laboratorium, instansi pemerintahan, lembaga penelitian, maupun industri yang sesuaidengan bidang dan tempat impiannya. Dalam proses mencari tempat PKL, relasi dapat menjadi salah satufaktor yang sangat membantu.

Informasi mengenai kesempatan PKL terkadang justru diperoleh dariorang-orang yang sudah lebih dahulu memilikipengalaman, seperti alumni, dosen, kakak tingkat, teman, maupun orang yang bekerja di institusitertentu. Dengan adanya relasi, informasi yang mungkin tidak tersedia secara terbuka, misalnya mengenai waktu pendaftaran, persyaratan, sistem kerja, lingkungan kerja, hingga pengalaman mahasiswa sebelumnya selama menjalani PKL.

Namun, relasi tidak dapat dijadikan satu-satunya halyang menjadi pegangan. Memiliki koneksi memang dapat membuka jalan, tetapi kemampuan diri tetap menjadi salah satu faktor yang sangat penting. Mahasiswa sebaiknya tidak datang ke tempat PKL hanya dengan mengandalkan nama institusi pendidikan atau rekomendasi dari orang lain. Walaupun tujuan utama PKL adalah untuk mencari pengalaman dan belajar, mahasiswa tetap perlu memiliki kemampuan dasar yang sesuai dengan bidang yang akan dijalani.

Setidaknya mahasiswa Sudah memahami dasar-dasar analisis kimia, keselamatan kerja di laboratorium, penggunaan alat-alat laboratorium dasar, serta prosedur kerja yang umum dilakukan. Dengan memiliki bekal tersebut, mahasiswa akan lebih mudah beradaptasi ketika memasuki lingkungan kerja yang sebenarnya.

Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga perlumempersiapkan dokumen yang diperlukan, seperti CV, surat pengantar, transkrip nilai apabila diminta, esai atau motivation letter, dan dokumen administrasi lainnya. CV sebaiknya dibuat dengan jelas, rapi, dan menonjolkan pengalaman serta kemampuan yang relevan dengan bidang PKL yang dituju.

Jika pernah mengikuti organisasi, pelatihan, sertifikasi, penelitian, praktikum, maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan analisis kimia, hal tersebut dapat dicantumkan sebagai nilai tambah. Jangan sampai CV hanya berisi data pribadi dan riwayat pendidikan tanpa menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

Persiapan interview juga tidak kalah penting. Beberapa institusi yang memiliki proses seleksi cukup ketat biasanya melakukan wawancara terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan, motivasi, dan kesiapan calon peserta PKL. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengetahui profil perusahaan atau institusi yang dituju, bidang pekerjaannya, serta alasan mengapa ingin melaksanakan PKL di tempat tersebut. Kemampuan menjelaskan diri sendiri dengan baik juga diperlukan karena pihak perusahaan ingin mengetahui apakah mahasiswa benar-benar memiliki ketertarikan untuk belajar atau hanya sekadar mencari tempat untuk memenuhi kewajiban akademik.

Contoh Tempat PKL Idaman

Menurut saya, tempat PKL yang ideal bukan hanya tempat yang memiliki nama besar atau terkenal. Tempat PKL yang bagus seharusnya mampu memberikan pengalaman dan pembelajaran yang benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah fasilitas yang tersedia. Tempat PKL yang baik biasanya memiliki fasilitas yang lengkap dan sesuai dengan bidang yang dijalankan oleh institusi tersebut.

Untuk mahasiswa analisis kimia, misalnya, laboratorium yang memiliki berbagai instrumen analisis akan menjadi tempat yang sangat baik untuk belajar karena mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana instrumen tersebut digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Namun, kelengkapan fasilitas saja sebenarnya belum cukup. Fasilitas tersebut juga seharusnya dalam kondisi baik, terawat, dan benar-benar digunakan dalam kegiatan operasional. Jangan sampai fasilitas yang dimiliki hanya sekadar menjadi pelengkap atau menunjukkan bahwa institusi tersebut mempunyai alat tertentu, tetapi mahasiswa tidak mendapatkan kesempatan untuk mengetahui fungsi dan penggunaannya. Bagi mahasiswa analisis kimia, pengalaman melihat, memahami, dan apabila memungkinkan mengoperasikan instrumen secara langsung tentu akan menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Selain fasilitas, lingkungan kerja juga merupakan faktor yang sangat penting. Lingkungan kerja yang sehat dapat membuat mahasiswa lebih nyaman untuk belajar dan bertanya. Tujuan PKL pada dasarnya adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja. Di dunia kerja, mahasiswa akan menemukan banyak hal yang berbeda dengan apa yang selama ini dipelajari di kampus.

Teori yang dipelajari di kelas memang menjadi dasar, tetapi penerapannya di lapangan dapat memiliki kondisi dan permasalahan yang berbeda. Oleh karena itu, mahasiswa membutuhkan pembimbing lapangan yang mampu memberikan arahan dan menjelaskan apabila terdapat hal yang belum dipahami.

Pembimbing lapangan seharusnya tidak hanya memberikan tugas kemudian membiarkan mahasiswa mengerjakannya sendiri tanpa arahan. Mahasiswa memang perlu belajar mandiri, tetapi tetap membutuhkan pendampingan terutama ketika berhadapan dengan prosedur baru, instrumen yang belum pernah digunakan, atau pekerjaan yang memiliki risiko tertentu.

Pembimbing yang baik dapat membantu mahasiswa memahami alasan di balik suatu prosedur, bukan hanya memberitahu langkah-langkah yang harus dilakukan. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga memahami proses dan tujuan dari pekerjaan tersebut.

Pembagian pekerjaan juga seharusnya disesuaikan dengan bidang dan job description mahasiswa. Apabila seorang mahasiswa ditempatkan pada divisi tertentu dengan tugas yang sudah ditentukan, sebaiknya pekerjaan yang diberikan tetap memiliki hubungan dengan tujuan PKL dan kompetensi yang ingin dikembangkan.

Mahasiswa memang perlu bersikap fleksibel dan membantu ketika dibutuhkan, tetapi tidak seharusnya seluruh pekerjaan dari divisi lain dilimpahkan begitu saja, terutama jika pekerjaan tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan bidangnya. PKL seharusnya menjadi sarana pembelajaran, bukan hanya menjadi tenaga tambahan bagi perusahaan.

Tempat PKL yang ideal menurut saya adalah tempatyang dapat memberikan keseimbangan antara belajar, bekerja, dan mendapatkan pengalaman. Mahasiswadapat belajar mengenai sistem kerja, kedisiplinan, komunikasi, budaya organisasi, serta tanggung jawabprofesional. Di sisi lain, perusahaan juga mendapatkanbantuan dari mahasiswa sesuai dengan kemampuanyang dimilikinya. Hubungan yang salingmenguntungkan tersebut akan membuat kegiatan PKL menjadi jauh lebih bermakna.

Apa Pentingnya PKL bagi Mahasiswa Analisis Kimia?

PKL merupakan kegiatan yang sangat penting bagimahasiswa analisis kimia karena memberikankesempatan untuk melihat secara langsung penerapanilmu yang selama ini dipelajari di kampus. Selamaberada di lingkungan pendidikan, sebagian besarkegiatan praktikum dilakukan berdasarkan modul, prosedur yang telah ditentukan, serta kondisilaboratorium yang relatif terkontrol. Ketika memasukidunia kerja, mahasiswa akan menemukan situasi yang lebih kompleks dan dinamis.

Salah satu manfaat terbesar PKL adalah kesempatanuntuk mengenal instrumen analisis yang mungkinbelum tersedia di laboratorium kampus. Beberapainstitusi atau industri memiliki instrumen yang lebihcanggih dan advance sehingga mahasiswa dapatmempelajari cara kerja, fungsi, prinsip analisis, hinggaproses penggunaannya. Walaupun mahasiswa belumtentu langsung diberikan kesempatan untukmengoperasikan seluruh instrumen, setidaknyamahasiswa dapat melihat bagaimana instrumentersebut digunakan dalam kegiatan analisis yang sebenarnya.

Selain instrumen, mahasiswa juga dapat menemukanberbagai jenis pengujian yang sebelumnya belumpernah dilakukan selama kegiatan praktikum di kampus. Hal ini menjadi pengalaman yang sangatberharga karena mahasiswa dapat mengetahui bahwabidang analisis kimia memiliki cakupan yang sangatluas. Setiap industri dapat memiliki jenis sampel, parameter, metode, dan standar pengujian yang berbeda-beda.

Mahasiswa akhirnya dapat memahamibahwa ilmu analisis kimia tidak hanya berkaitandengan melakukan pengujian, tetapi juga mencakupproses preparasi sampel, pemilihan metode, validasi, pengendalian mutu, dokumentasi, hingga interpretasihasil.

PKL juga membantu mahasiswa memahamipentingnya ketelitian dan tanggung jawab. Kesalahankecil dalam proses analisis dapat memengaruhi hasilpengujian. Oleh karena itu, mahasiswa belajar untuklebih berhati-hati, mengikuti SOP, mencatat setiapproses dengan benar, menjaga kebersihan alat, sertamemahami keselamatan kerja. Kebiasaan tersebutsangat penting karena nantinya akan menjadi bagiandari sikap profesional ketika mahasiswa memasukidunia kerja.

Sikap dan Perilaku seperti Apa yang HarusDitunjukkan Selama PKL?

Selama melaksanakan PKL, mahasiswa harus menjagasikap dan perilaku karena membawa nama pribadisekaligus nama institusi pendidikan. Hal paling dasaradalah menjaga sopan santun kepada seluruh orang di lingkungan kerja, baik kepada pembimbing lapangan, atasan, staf, teknisi, maupun sesama mahasiswa yang sedang melaksanakan PKL. Perbedaan usia, jabatan, atau pengalaman tidak seharusnya menjadi alasanuntuk tidak menghargai orang lain.

Kedisiplinan juga menjadi hal yang sangat penting. Mahasiswa harus datang tepat waktu, mengikutiaturan yang berlaku, menggunakan pakaian dan alatpelindung diri sesuai ketentuan, serta menyelesaikantugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, mahasiswa harus mampu menjagakebersihan dan kerapian area kerja, terutama jikabekerja di laboratorium. Hal-hal sederhana sepertimengembalikan alat ke tempatnya, membersihkanmeja setelah digunakan, dan membuang limbah sesuaiprosedur merupakan bagian dari sikap profesional.

Mahasiswa juga sangat dianjurkan untuk banyakbertanya apabila tidak mengerti. Bertanya bukanberarti menunjukkan bahwa kita tidak mampu, justrumenunjukkan adanya keinginan untuk belajar. Akan tetapi, pertanyaan sebaiknya disampaikan dengan carayang sopan dan pada waktu yang tepat. Sebelumbertanya, mahasiswa juga dapat mencoba memahamiinformasi yang sudah diberikan sehingga pertanyaanyang diajukan menjadi lebih spesifik.

Selain itu, mahasiswa harus berani mengakui apabilamelakukan kesalahan. Menutupi kesalahan justrudapat menimbulkan masalah yang lebih besar, terutama dalam pekerjaan laboratorium. Denganmelaporkan kesalahan secara jujur, pembimbing dapatmembantu mencari solusi dan mahasiswa dapat belajaragar kesalahan tersebut tidak terulang kembali.

Hal Apa Saja yang Kamu Temui Selama PKL dan Membuat Kamu Tidak Nyaman?

Selama menjalani PKL, tentu tidak semua hal yang ditemui akan selalu sesuai dengan harapan. Salah satuhal yang cukup membuat saya tidak nyaman adalahketika menemukan sikap yang kurang profesional daribeberapa orang di lingkungan kerja. Menurut saya, lingkungan pekerjaan seharusnya menjadi tempatuntuk menyelesaikan tanggung jawab secaraprofesional, sehingga masalah pribadi ataupermasalahan di luar pekerjaan sebaiknya tidakdibawa dan dilampiaskan kepada orang lain yang tidakmemiliki kaitan dengan masalah tersebut.

Saya juga kurang nyaman dengan sikap superioritasyang terkadang muncul karena seseorang merasadirinya lebih senior atau lebih lama bekerja. Menjadisenior tentu berarti memiliki pengalaman yang lebihbanyak, tetapi menurut saya pengalaman tersebutseharusnya digunakan untuk membimbing orang yang lebih junior, bukan untuk merendahkan ataumemperlakukan orang lain secara tidak baik.

Perintah dalam lingkungan kerja memang merupakansesuatu yang wajar, terutama apabila berkaitan denganpekerjaan. Namun, cara menyampaikan perintah juga tetap harus memperhatikan etika dan rasa salingmenghargai. Mahasiswa yang sedang PKL memangberada dalam posisi untuk belajar dan membantupekerjaan, tetapi bukan berarti dapat diperlakukanseenaknya atau diberikan pekerjaan yang tidakmemiliki hubungan dengan tujuan PKL.

Hal-hal tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagisaya karena dari sana saya juga belajar mengenai tipe-tipe orang yang mungkin akan ditemui di dunia kerja. Tidak semua orang memiliki cara berkomunikasi, karakter, dan pola kerja yang sama. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi bukan hanya mengenaikemampuan mengikuti sistem kerja, tetapi juga kemampuan menghadapi berbagai macam karaktermanusia.

Bagaimana Cara Kamu Menyikapi Hal Tersebut?

Ketika menghadapi situasi yang membuat saya tidaknyaman, saya berusaha untuk tetap tenang dan tidakikut terbawa suasana. Saya berusaha semaksimalmungkin untuk tetap mengerjakan pekerjaan sayadengan baik dan menjalani aktivitas seperti biasanya. Menurut saya, membalas sikap tidak profesionaldengan sikap yang sama hanya akan membuatkeadaan menjadi semakin buruk.

Saya juga berusaha memisahkan antara permasalahanpribadi dengan tanggung jawab pekerjaan. Selamapekerjaan saya dapat diselesaikan dengan baik, sayamemilih untuk tetap fokus pada apa yang memangmenjadi tanggung jawab saya. Saya tidak inginperilaku orang lain memengaruhi kualitas pekerjaanmaupun tujuan saya selama menjalani PKL.

Dari pengalaman tersebut, saya juga belajar bahwaprofesionalisme bukan hanya tentang kemampuanmelakukan pekerjaan, tetapi juga bagaimana seseorangbersikap ketika menghadapi situasi yang tidakmenyenangkan. Tetap menjaga sikap, mengontrolemosi, dan menyelesaikan tanggung jawab merupakanbentuk profesionalisme yang menurut saya sangatpenting untuk dibawa hingga memasuki dunia kerjanantinya.

Apa yang Kamu Peroleh Selama PKL Berlangsung?

Selama PKL, saya mendapatkan banyak sekalipengalaman dan pengetahuan baru. Salah satu halyang paling terasa adalah saya dapat mempelajariperbedaan antara kegiatan praktikum di kampusdengan kegiatan analisis yang dilakukan di lingkungankerja. Meskipun prinsip dasarnya sama, penerapannyadapat berbeda tergantung pada jenis sampel, tujuananalisis, metode yang digunakan, instrumen yang tersedia, serta standar yang harus dipenuhi.

Saya juga mendapatkan kesempatan untuk memahamipenggunaan berbagai instrumen dan prosedur yang sebelumnya belum pernah saya lakukan secaralangsung. Pengalaman tersebut membuat saya semakinmemahami bahwa teori yang dipelajari di kampussebenarnya merupakan dasar yang sangat penting, tetapi kemampuan untuk menerapkannya dalamkondisi nyata juga membutuhkan pengalaman.

Selain kemampuan teknis, saya juga memperolehpengalaman dalam hal kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab, adaptasi, dan kerja sama. Saya belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda, bagaimana mengikuti SOP, bagaimana bekerjaberdasarkan target, serta bagaimana menyelesaikanpekerjaan dengan teliti.

Pengalaman PKL juga membuat saya lebihmengetahui kemampuan dan kekurangan diri sendiri. Ada beberapa hal yang ternyata dapat saya lakukandengan baik, tetapi ada pula hal-hal yang masih perlusaya pelajari lebih jauh. Menurut saya, mengetahuikekurangan diri merupakan hal yang penting karenadari situlah seseorang dapat menentukan kemampuanapa yang perlu ditingkatkan sebelum benar-benarmemasuki dunia kerja.

Hal Lainnya Berkaitan dengan PKL

Secara keseluruhan, saya mendapatkan banyak ilmuyang tidak saya dapatkan secara langsung di kampus. Perkuliahan memberikan dasar teori dan praktik yang sangat penting, tetapi PKL memberikan gambaranmengenai bagaimana ilmu tersebut digunakan dalamsituasi pekerjaan yang sebenarnya. Saya dapat melihatbagaimana suatu laboratorium atau perusahaanmenjalankan sistem kerja, bagaimana pekerjaandibagi, bagaimana hasil analisis didokumentasikan, serta bagaimana setiap orang memiliki tanggungjawab masing-masing.

PKL juga memberikan pemahaman bahwa dunia kerjatidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Kemampuan teknis memang penting, tetapi sikap, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan bekerjasama juga memiliki peran yang sangat besar. Seseorang mungkin memiliki nilai akademik yang baik, tetapi apabila tidak mampu bekerja sama atautidak dapat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, maka kemampuan tersebut belum tentu cukup untukmenghadapi dunia kerja.

kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mendapatkan pengalaman yang relevan dengan bidangyang ingin ditekuni. Dengan begitu, setelahmenyelesaikan PKL, mahasiswa tidak hanya pulangmembawa sertifikat atau bukti telah melaksanakankegiatan, tetapi juga membawa pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan baru yang dapatmenjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja di masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |