PROSESI penyerahan surat kepercayaan dari sejumlah duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo Subianto berlangsung tertutup. Setidaknya ada delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh yang memberikan letter of credence atau surat kredensial dari negara masing-masing kepada Prabowo pada Senin, 8 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Acara berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta. Prosesi ini tidak dapat diliput secara langsung oleh wartawan. Sekretariat Presiden juga tidak menyiarkan langsung kegiatan ini melalui media sosial mereka.
Prosesi penyerahan kredensial diagendakan pada Senin siang. Akun YouTube milik Sekretariat Presiden sempat menyiapkan siaran langsung untuk acara ini pada sekitar pukul 12.30 WIB. Namun, video tersebut kemudian dihapus sebelum acara mulai.
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengatakan acara berlangsung tertutup karena alasan teknis. Ia tak menjelaskannya secara detail. "(Acara tertutup) itu biasa saja, tidak ada yang istimewa di situ," kata dia seusai prosesi.
Dalam acara penyerahan kredensial di Istana, kata Anis, para dubes mendapat kesempatan masing-masing untuk berbicara dengan Presiden Prabowo. Forum itu dilakukan sekaligus.
Prabowo, kata Anis, sempat menyampaikan permintaan maaf karena membuat para dubes menunggu untuk jadwal acara penyerahan surat kepercayaan. Anis berujar jadwal presiden selama ini belum cocok dengan para dubes sehingga harus menunda hingga saat ini.
Delapan duta besar yang menyerahkan kredensial kepada Prabowo hari ini berasal dari Filipina, Sri Lanka, Ceko, Yunani, Santa Lusia, Korea Selatan, Palestina, Libanon, dan Saint Lucia.
Prosesi penyerahan kredensial sebelum ini, yang berlangsung pada 7 November 2025, berlangsung terbuka. Wartawan dapat meliput langsung acara yang ketika itu melibatkan 12 duta besar, termasuk dari Polandia, Irlandia, Kuwait, hingga Spanyol.
Sejak saat itu, belum ada lagi penyerahan kredensial dari perwakilan negara sahabat kepada Prabowo. Penerimaan surat kepercayaan oleh kepala negara yang menjadi tuan rumah perlu dilakukan sebelum para duta besar bisa bertugas secara formal.
Lamanya penyerahan surat kepercayaan duta besar negara sahabat kepada Presiden sempat dikritik oleh Dino Patti Djalal, eks Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut keterangan Dino, sedikitnya 17 calon dubes sudah berbulan-bulan menunggu giliran menyerahkan kredensial mereka.
Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya memastikan bahwa belasan duta besar asing telah dijadwalkan menyerahkan kredensial mereka kepada Presiden Prabowo dalam waktu dekat untuk menandai resminya penugasan di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa para dubes tersebut tiba di Indonesia pada waktu yang berbeda-beda setelah upacara penyerahan surat kepercayaan terakhir dilaksanakan pada November lalu. Para dubes, dia mengklaim, perlu menjalankan serangkaian proses secara bertahap sebelum akhirnya menyerahkan kredensial mereka kepada presiden.
Sugiono mengatakan bahwa belum diserahkannya surat kepercayaan para duta besar kepada Presiden RI tidak berdampak apapun bagi kerja sama bilateral dengan negara dimaksud. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini mengaku telah bertemu dengan masing-masing duta besar yang menunggu penyerahan kredensial tersebut.
Ia memastikan hubungan dan komunikasi dengan para dubes berjalan dengan baik seperti biasa. “Yang pasti, substansi dari kerja sama bilateral tetap berjalan,” ucap Sugiono di Kementerian Luar Negeri RI Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026, seperti dilansir Antara.


















































