Polda Jabar Tunda Razia Kendaraan Selama Dua Pekan

1 hour ago 2

Ilustrasi razia kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polda Jawa Barat mengumumkan penundaan pelaksanaan razia operasi patuh Lodaya yang bakal digelar dua pekan tanggal 8 sampai 21 Juni. Penundaan dilakukan mempertimbangkan kondisi situasi terkini di wilayah Jawa Barat.

Kabar tersebut dibagikan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar melalui akun Instagram rtmcpoldajabar. Penundaan operasi dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Penundaan ini berlaku sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian," mengutip keterangan rtmcpoldajabar, Senin (8/6/2026). Meski razia ditunda, Polda Jabar meminta agar masyarakat tertib berlalu lintas dan selalu membawa dokumen kendaraan.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan operasi patuh Lodaya selama 14 hari bakal mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Penindakan terhadap pelanggar menggunakan 60 persen ETLE dan 30 persen non ETLE atau tilang serta 10 persen dilakukan teguran.

"Tujuan operasi patuh Lodaya menurunkan angka kecelakaan, pelanggaran lalu lintas dan mencegah korban meninggal," ucap dia, Ahad (7/6/2026).

Ia mengatakan penindakan menggunakan ETLE menyasar pengemudi mobil yang tidak menggunakan seatbelt, menggunakan handphone, melanggar marka atau rambu lalu lintas. Menerobos lampu merah, melebihi kecepatan, kendaraan melawan arus, tidak memakai helm.

Selain itu, berboncengan lebih dari ketentuan, tidak menggunakan pelat sesuai aturan, kendaraan parkir tidak semestinya dan menerobos jalur cepat. Sedangkan penindakan non ETLE yaitu melawan arus, kendaraan tidak sesuai nomor kendaraan, tidak sesuai spesifikasi dan knalpot brong.

"Penindakan memberikan efek jera, menegakkan disiplin dan hukum di jalan raya. Menurunkan angka pelanggaran lalu lintas," kata dia.

Ia menyebut pihaknya mengoptimalkan penegakan hukum selama operasi patuh Lodaya menggunakan ETLE. Kehadirannya membuat penegakan hukum lebih transparan, akuntabel dan objektif.

"Meminimalisasi kontak langsung antara petugas dengan masyarakat," kata dia.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |