PSSI Ingin Timnas Indonesia Punya Mental Baja, Ratu Tisha Dorong Riset Ilmiah

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha menyampaikan harapannya agar tim nasional Indonesia dikenal memiliki 'mental baja' atau mental yang sangat kuat di masa depan. Ia menilai isu 'kalah mental' yang kerap muncul di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air perlu dikaji lebih dalam melalui pendekatan ilmiah.

Hal tersebut diungkapkan Ratu Tisha saat menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, pada Minggu. Menurutnya, perbincangan soal mentalitas pemain tidak boleh hanya berhenti di obrolan warung kopi.

"Kita selalu berbicara kita apa sih kurangnya kita? Kita pasti ada kurang tuh, ah kalah mental. Kita kalau lagi bicara lah ngobrol-ngobrol warung kopi itu ngobrolin seluruh pertandingan sepak bola itu kita pasti keluar kata-kata 'mental nih, mental nih'. Jadi daripada kita terus-terusan ngobrol-ngobrol aja sifatnya warung kopi, kita turn deh into scientific research," kata Ratu Tisha.

Wadah Riset dan Latihan Mental

Liga Universitas menjadi wadah bagi Tisha untuk menuangkan inisiatif ini. Kompetisi sepak bola antar universitas tersebut menggaungkan semangat pentingnya kesehatan mental dengan tajuk "Football For Mental Health".

Tisha menjelaskan bahwa aktivitas fisik, khususnya sepak bola, memiliki berbagai aspek latihan yang dapat dikaji secara ilmiah untuk menjaga kesehatan mental. Ia mencontohkan physical strengthening, conditioning, hingga injury prevention yang harus mengikuti perkembangan terbaru dalam football science.

Lebih lanjut, penerapan aturan pertandingan seperti sin bin, yang juga diterapkan di Liga Universitas, dapat diteliti untuk melihat pengaruhnya terhadap kemampuan pemain dalam mengontrol emosi saat bertanding. Harapannya, langkah ini akan berdampak setidaknya dalam 10 tahun mendatang.

"Jadi ini adalah sarana untuk area latihan, latihan dan agar kita mungkin 10 tahun dari sekarang bergosipnya itu adalah 'Wah tim Indonesia itu di mana pun main bolanya level apa pun mentalnya paling kuat'. Inginnya kan visinya gitu ya. Jadi mental kita adalah yang paling kuat seperti kita melihat Jepang lah kemarin bagaimana tenangnya mereka bermain dan lain sebagainya," tutur dia.

Ratu Tisha menegaskan bahwa pembentukan mental tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran di dalam ruang kelas. Pemain perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan agar mampu menerapkan pemahaman tersebut dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya. Karena itulah, Liga Universitas hadir untuk melatih seorang pemain mempunyai mental kuat secara langsung.

"Karena yang begini nggak bisa diomongin di dalam ruang kelas, ya bisa hanya satu-dua hari, setelah itu praktiknya ada di lapangan karena kan di sepak bola adalah the real praktiknya," tutup dia.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |