Sejumlah pelajar menyeberang sungai akibat putusnya jembatan Termanu di Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (7/7/2026). Jembatan Termanu yang ambruk sejak tahun 2021 sempat ditinjau oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada Mei 2026 lalu. (FOTO : ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Putusnya Jembatan Termanu memaksa warga melewati sungai setiap hari untuk bekerja, bersekolah, maupun memenuhi kebutuhan pokok. Di tengah keterbatasan akses, masyarakat menaruh harapan besar pada pembangunan kembali Jembatan Termanu yang dijadwalkan dimulai tahun ini. (FOTO : ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Jembatan yang ambruk sejak 2021 itu telah lama menjadi persoalan mobilitas warga Amfoang. Pembangunan kembali ditargetkan selesai pada Desember 2026. Bagi warga Amfoang, pembangunan Jembatan Termanu bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan harapan untuk kembali memperoleh akses yang aman dan layak setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan. (FOTO : ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Sejak Jembatan Termanu ambruk pada 2021, warga Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, terpaksa menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jembatan Termanu rencananya akan dibangun kembali oleh pemerintah dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
sumber : Antara Foto

3 hours ago
4












































