Sambut HUT Jakarta, Biaya Tambah Daya Listrik Diskon 50 Persen

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memberikan diskon biaya tambah daya listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta. Program ini berlaku pada 10-23 Juni 2026 untuk seluruh golongan pelanggan.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch Andy Adchaminoerdin mengatakan, promo tersebut dapat dimanfaatkan pelanggan rumah tangga, bisnis, sosial, publik hingga industri untuk pengajuan tambah daya satu fasa hingga maksimal 7.700 VA.

"Jadi boleh, dari 450 VA ke 900 VA atau dari 900 VA ke 2.200 VA, dapat diskon 50 persen," kata Andy, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, pelanggan yang ingin memanfaatkan promo cukup melakukan transaksi melalui aplikasi PLN Mobile, baik pembelian token listrik maupun pembayaran tagihan. Setelah transaksi berhasil, pelanggan akan mendapatkan kode voucher yang dapat digunakan untuk mengajukan permohonan tambah daya.

Menurut Andy, program tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di Jakarta yang membutuhkan tambahan pasokan listrik untuk kegiatan produktif.

"Kami berharap program ini dapat mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sehingga kegiatan ekonomi masyarakat semakin tumbuh, UMKM semakin berkembang, dan pada akhirnya perekonomian Jakarta menjadi lebih baik," ujarnya.

Meski demikian, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi pelanggan untuk memperoleh diskon tersebut. Pelanggan tidak boleh memiliki tunggakan rekening listrik dan harus sudah terdaftar sebagai pelanggan PLN sejak Mei 2026.

"Kalau ada tunggakan tentu harus diselesaikan terlebih dahulu. Selain itu pelanggan harus sudah menjadi pelanggan PLN sejak bulan Mei. Jadi pelanggan baru yang mendaftar pada Juni tidak bisa langsung mengikuti program ini," kata Andy.

Dalam kesempatan itu, Andy juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penyambungan listrik secara ilegal. Selain melanggar aturan, praktik tersebut berpotensi menimbulkan risiko keselamatan seperti korsleting hingga kebakaran.

Menurut dia, masih ditemukan kasus penambahan daya secara mandiri menggunakan instalasi yang tidak sesuai standar. Kondisi itu dinilai berbahaya, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

"Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyambungan listrik ilegal. Banyak ditemukan penggunaan kabel yang tidak memenuhi standar, sehingga berpotensi menimbulkan korsleting," ujarnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |