Saudi Dikepung Drone dari Yaman dan Irak

1 hour ago 3

Asap akibat insiden di dekat kompleks Abqaiq di Arab Saudi, 27 Juli 2026. Kerusakan yang tampak pada infrastruktur kilang lainnya terlihat di bagian kiri atas.

REPUBLIKA.CO.ID, Arab Saudi menyatakan pada Selasa malam bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menjatuhkan beberapa pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari wilayah Irak. Serangan ini terjadi setelah sebelumnya kelompok Houthi dari Yaman melancarkan pesawat nirawak ke fasilitas minyak di Saudi.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Kementerian Pertahanan, Juru Bicara Mayjen Turki al-Maliki mengatakan bahwa drone-drone tersebut berupaya menyasar fasilitas minyak di Provinsi Timur Kerajaan tersebut.

Arab Saudi memiliki hak sah untuk membela diri serta melindungi kemampuan nasionalnya, dan berhak untuk memberikan tanggapan "pada waktu dan tempat yang tepat," ujar al-Maliki dilansir Al-Arabiya, Selasa.

Kementerian Luar Negeri Kerajaan tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras milisi yang didukung Iran atas serangan berulang mereka terhadap target-target sektor energi di Arab Saudi.

Serangan ini terjadi menjelang rencana kunjungan Perdana Menteri Irak ke Arab Saudi pekan ini, serta sehari setelah serangan drone serupa menyasar wilayah yang sama—sebuah insiden yang mendorong Riyadh mendesak Baghdad agar mencegah wilayah Irak dijadikan sebagai titik peluncuran serangan.

Pada hari Senin, PM Ali al-Zaidi memerintahkan penyelidikan terkait serangan drone pertama tersebut dan berjanji akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab.

Kantor al-Zaidi menyatakan bahwa Irak sedang memeriksa bukti dan informasi yang diberikan oleh Arab Saudi, serta akan menindak secara hukum siapa pun yang terbukti terlibat dalam serangan tersebut sesuai dengan hasil penyelidikan.

Seorang pejabat militer yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, bahwa Teheran dengan tegas membantah adanya "kaitan apa pun dengan proyektil yang ditembakkan dari negara lain ke arah sasaran" di Arab Saudi.

"Mengaitkan tindakan apa pun yang menargetkan kepentingan AS di kawasan ini dengan Republik Islam Iran merupakan kesalahan perhitungan besar dan mencerminkan kurangnya pemahaman mengenai situasi di kawasan tersebut," ujar pejabat itu, sebagaimana dilaporkan IRIB.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |