SMPN 2 Kalasan Rusak Parah Usai Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang

1 day ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - SMP Negeri 2 Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY, mengalami kerusakan parah akibat terjangan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Sabtu (31/1/2025) sore. Sejumlah fasilitas sekolah rusak berat, mulai dari bangunan utama, sarana pendukung pembelajaran, hingga fasilitas seni dan parkiran siswa.

Kepala SMP Negeri 2 Kalasan, Hadi Suparmo, S.Pd., M.Pd., membenarkan kondisi tersebut. Hujan deras yang berlangsung cukup lama mengakibatkan kerusakan meluas di lingkungan sekolah.

Ia menyebut dampak paling mencolok terlihat pada parkiran sepeda siswa yang ambruk akibat terpaan angin kencang. Selain itu, beberapa bagian atap bangunan sekolah terlepas dan terbawa angin, menyebabkan air hujan masuk ke ruang-ruang kelas.

"Air hujan juga masuk ke beberapa ruang kelas hingga menyebabkan komputer dan peralatan sekolah basah. Kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak menghambat proses belajar mengajar," ujar Hadi, Ahad (1/2/2026).

Tak hanya itu, pagar belakang sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan, sejumlah pohon tumbang, aula sekolah terdampak, serta seperangkat alat gamelan basah akibat rembesan air hujan. 

Sebagai langkah penanganan awal, pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan, BPBD, dan PLN. BPBD setempat telah menyalurkan bantuan berupa enam lembar terpal untuk menutup bagian atap yang bocor guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Untuk mempercepat pemulihan pascakejadian, SMP Negeri 2 Kalasan melakukan kerja bakti massal. Hadi menyampaikan kegiatan gotong royong ini melibatkan guru, karyawan sekolah, orang tua siswa, Paguyuban Orang Tua (POT), BPBD, serta relawan.

"Kerja bakti difokuskan pada pembersihan ruang kelas, penataan puing-puing bangunan, serta pembenahan sementara pada bagian atap yang bocor agar fasilitas sekolah dapat kembali digunakan," ujarnya.

Pihak sekolah juga mengimbau orang tua siswa untuk turut berpartisipasi dengan membawa peralatan kebersihan dari rumah, seperti sapu lidi, alat pel, dan serbet. Sekolah turut mengapresiasi apabila setiap kelas dapat menghadirkan tukang bangunan untuk membantu perbaikan atap secara gotong royong.

"Kami berharap seluruh stakeholder sekolah, termasuk Paguyuban Orang Tua, dapat bersama-sama membantu membenahi atap bocor, membersihkan kelas, dan lingkungan sekolah," kata Hadi.

Sambil menunggu proses perbaikan rampung, Hadi mengatakan bahwa pihak sekolah membuka opsi pembelajaran daring selama beberapa hari ke depan.

"Kami akan menerapkan pembelajaran daring selama beberapa hari ke depan, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan siswa," ujarnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |