PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran dengan serangan baru jika Teheran menolak untuk segera menandatangani kesepakatan.
“Sama seperti kami mengalahkan mereka lagi hari ini, kami akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih kejam, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu, SECEPATNYA!!" kata Trump di Truth Social seperti dilansir The Independent pada Kamis 7 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Trump kemudian mengklaim tentang bagaimana kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS mampu menangkis serangan Iran. Ia menulis di Truth Social, “Drone datang, dan terbakar di udara. Mereka jatuh dengan sangat indah ke Samudra, seperti kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya!”
Trump kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa gencatan senjata AS-Iran masih berlaku meski menuding Iran “bermain-main dengan kami.”
Saling serangan antara Iran-AS pada Kamis terjadi ketika Iran sedang meninjau rencana AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri permusuhan, menurut beberapa laporan.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Perundingan di Islamabad berakhir tanpa hasil, dan Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."
Selanjutnya pada Ahad malam, Trump mengumumkan Proyek Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terblokir di Selat Hormuz dan berupaya meninggalkannya.
Sementara pada Selasa, Trump mengatakan bahwa ia memutuskan untuk menghentikan operasi tersebut untuk sementara waktu guna melihat apakah kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai.

















































