Unpad Bandung Didemo Ojol Gara-Gara Pindahkan Gerbang Masuk Terlalu Jauh, Harga Tetap Sama

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ratusan pengendara ojek online (ojol) melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang D Tugu Makalangan dan rektorat Unpad, Selasa (31/3/2026). Mereka mengeluhkan gerbang D yang ditutup dan memindahkannya ke gerbang C yang lokasinya terlalu jauh sedangkan harga di aplikasi tetap sama.

Kepala Humas Unpad Dandi Supriadi mengatakan pihak kampus telah menerima aspirasi pengendara ojol yang disampaikan pada Selasa (31/3/2026) di gedung rektorat Unpad. Ia mengatakan kampus berkomitmen untuk merumuskan solusi terbaik bagi semua pihak dalam lima hari ke depan.

"Untuk itu, Unpad mengundang perwakilan pengemudi ojek online untuk melakukan dengar pendapat besok siang, Rabu 1 April 2026," ucap dia, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan rekayasa jalur lalu lintas di lingkungan Unpad Kampus Jatinangor telah dilakukan sejak 28 Januari 2026. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka meningkatkan keamanan, ketertiban dan pengendalian akses di lingkungan Unpad.

"Melalui penerapan sistem gerbang, sivitas akademika Unpad yang akan masuk dan keluar wilayah kampus harus melakukan pemindaian QR Code pada aplikasi Saunpad. Dengan kebijakan sistem gerbang ini, pengunjung yang tidak memiliki akses aplikasi Saunpad dapat masuk dan keluar kawasan kampus melalui Gerbang C dengan melapor kepada petugas keamanan yang bertugas," ucap dia.

Dengan kebijakan itu, ia mengatakan yang terkena imbas yaitu pengendara ojek pangkalan, ojol, kurir paket dan makanan, vendor jasa dan barang serta tamu dan alumni. Ia mengatakan pengaturan masuk dan keluar dari gerbang C  yang menjadi isu utama aspirasi para pengemudi Ojol, karena dirasakan gerbang yg berada di bagian belakang kampus tersebut terlalu jauh.

Dandi mengatakan para pengendara ojol meminta ada solusi yang memberikan akses masuk kampus yang lebih dekat bagi ojek online. Untuk sementara waktu sambil menunggu dengar pendapat dan keputusan akhir, Unpad memberlakukan solusi sementara yaitu membuka gerbang D untuk akses pengemudi ojek online hanya untuk lima hari ke depan.

Ia mengatakan kebijakan sistem gerbang di Unpad ini dilakukan dalam rangka meningkatkan keamanan, ketertiban dan pengendalian akses di lingkungan Unpad. Sistem ini juga bertujuan untuk mengetahui jumlah kendaraan yang masuk ke Unpad dan pola mobilitasnya di dalam kampus.

"Tujuannya agar emisi kendaraan bermotor dapat lebih dikendalikan melalui data dalam rangka penerapan kampus hijau berkelanjutan," kata dia.

Sementara itu, salah seorang ojol Herdi (38 tahun) mengatakan penutupan gerbang D di Tugu Makalangan membuat ojol harus mengantarkan penumpang lebih jauh ke gerbang D. Terutama mahasiswa di fakultas ilmu budaya dan kedokteran.

"Jarak makin jauh tapi harga tetap sama," kata dia.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |