Wajah Tiba-Tiba Kusam dan Rambut Rontok? Dokter Bongkar Kemungkinan Penyebabnya

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di era modern kondisi kulit seseorang bukan hanya ditentukan oleh usia, melainkan jadi cerminan dari tingkat stres seseorang. Ahli dermatologi mengingatkan, tanda penuaan dini seperti kulit kusam hingga kerontokan yang tiba-tiba bisa dipengaruhi oleh kecemasan dan tekanan hidup.

Dokter spesialis kulit, Dr dr Nishita Ranka, mengatakan saat ini semakin banyak pasien dengan keluhan kulitnya lebih kusam dan bermasalah, padahal tidak gonta-ganti skincare. Menurut Ranka, penyebabnya memang bukan karena skincare.

"Ada percakapan yang semakin sering saya dengar di klinik. Pasien datang dan berkata: 'Saya tidak mengubah apa pun, kenapa ini terjadi?' Jawabannya hampir selalu ada pada gaya hidup mereka," kata dia seperti dilansir laman Hindustan Times, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, kulit merupakan cermin jujur dari kondisi tubuh. Salah satu faktor utama yang memengaruhi perubahan pada kulit adalah hormon stres atau kortisol. Dalam jumlah normal, hormon ini membantu tubuh merespons tekanan. Namun ketika kadarnya terlalu tinggi maka bisa merusak barrier kulit.

"Ketika kortisol melonjak, itu dapat merangsang produksi minyak berlebih sehingga memicu jerawat, melemahkan lapisan barrier kulit. Makanya membuat kulit lebih sensitif dan mudah meradang, sekaligus memperlambat produksi kolagen yang menjaga kulit tetap kencang dan tampak muda," kata dia.

Dr Ranka juga menyoroti hubungan antara stres kronis dan percepatan penuaan biologis. la menjelaskan bahwa telomer, bagian pelindung di jung kromosom, dapat memendek akibat stres atau tekanan hidup. Kondisi ini memicu apa yang disebut sebagai inflammaging yaitu peradangan ringan kronis yang mempercepat proses penuaan tubuh.

Fenomena ini menurutnya, semakin sering terlihat pada perempuan usia 25 hingga 45 tahun yang mengalami jerawat di area rahang, dagu, dan leher. Kondisi tersebut dipicu oleh lonjakan hormon androgen akibat stres yang meningkatkan produksi minyak pada kulit. Kurang tidur juga memperburuk masalah tersebut secara signifikan.

Selain jerawat, stres juga disebut menjadi faktor yang memperparah masalah pigmentasi seperti melasma, Bahkan, hasil perawatan yang sebelumnya sudah membaik bisa kembali memburuk ketika seseorang mengalami tekanan emosional atau beban kerja berlebihan. "Ini bukan kegagalan perawatan. Ini adalah cara tubuh berkomunikasi," kata dr Ranka.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |