Wakil Ketua MPR Ingatkan Pentingnya Peran Negara Siapkan Ketahanan Energi

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Konflik global, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Eropa Timur, berdampak langsung pada rantai pasok energi dunia.

Jalur strategis seperti Selat Hormuz menjadi krusial, di mana sekitar 25 persen distribusi energi global melewati kawasan tersebut.

“Kondisi ini turut memicu tekanan harga energi dan inflasi yang dirasakan hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia,” kata Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Peran Negara dalam Tata Kelola Sektor Migas Nasional” di DPR RI beberapa waktu lalu, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/4/2026).

Dalam forum tersebut, Ibas menegaskan pentingnya memperkuat peran negara dalam menghadapi dinamika global, sekaligus memastikan kedaulatan energi nasional tetap terjaga di tengah tekanan geopolitik dunia.

Ketua Fraksi Partai Demokrat tersebut menyoroti bahwa isu migas hari ini tidak dapat dilepaskan dari situasi global yang penuh ketidakpastian.

“Menurut saya hari ini kita ingin berbicara tentang migas, seperti apa yang saya sampaikan tadi, yang sesungguhnya kita sedang berbicara tentang ketahanan bangsa kita,” ujar Ibas, begitu akrab disapa.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Fraksi Partai Demokrat ini mengingatkan ketidakstabilan energi global tidak hanya berdampak pada sektor energi semata, tetapi juga merambat ke sektor pangan, logistik, hingga beban fiskal negara.

“Energi bukan hanya soal BBM, melainkan juga menyangkut LPG, distribusi pangan, hingga biaya hidup masyarakat.”

Oleh karena itu, dia mendorong agar kebijakan energi tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga memperhatikan perlindungan sosial masyarakat melalui bantalan ekonomi yang tepat sasaran.

Dia juga menegaskan bahwa konstitusi telah memberikan mandat yang jelas kepada negara. Mengacu pada Pasal 33 UUD 1945, dia menyampaikan bahwa negara tidak boleh hanya menjadi regulator, melainkan harus hadir sebagai pelindung, pengarah, dan pengelola sumber daya alam.

Diamengingatkan, tanpa peran negara yang kuat, ketimpangan dapat terjadi. Mengutip pandangan ekonom dunia, dia menyampaikan, pasar tanpa regulasi akan melahirkan ketimpangan, serta pentingnya kedaulatan negara dalam menentukan posisi dalam perdagangan global.

Anggota Dapil Jawa Timur VII ini memaparkan sejumlah fokus utama sebagai langkah strategis ke depan. “Yang pertama, tentu kita ingin bagaimana produksi nasional kita meningkat,” tutur dia.

Dia menilai produksi migas nasional saat ini masih belum optimal dan perlu didorong melalui investasi serta eksplorasi yang lebih agresif.

“Yang kedua, mesti kita ingat nilai ekonomi yang secara utuh harga BBM itu sendiri… dan bagaimana subsidi harus tepat sasaran,” tegasnya, sembari mengingatkan agar kebijakan subsidi tidak menimbulkan distorsi maupun kelangkaan di masyarakat.

“Yang ketiga, tentunya kita ingin memperkuat BUMN energi,” ujar Ibas, dengan harapan perusahaan energi nasional dapat menjadi pemain utama yang kuat dan kompetitif di tingkat global.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |