Warga Jakarta Makin Gemar Cicil Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

9 hours ago 5

Foto ilustrasi: Logo Bank Mega Syariah pada Gelaran ISEF 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minat masyarakat membeli emas dengan skema pembiayaan terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan. Bank Mega Syariah (BMS) mencatat Jakarta menjadi daerah dengan kontribusi terbesar terhadap pembiayaan emas Flexi Gold sepanjang Januari-Mei 2026.

Hingga Mei 2026, pembiayaan Flexi Gold secara nasional telah menembus lebih dari Rp 43 miliar. Nilai tersebut melonjak sekitar 1.688 persen dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang sebesar Rp 2,42 miliar.

Data Bank Mega Syariah menunjukkan Jakarta menyumbang 36,6 persen dari total pembiayaan Flexi Gold nasional. Digital Business and Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto A. Ferary mengatakan, tren tersebut menunjukkan masyarakat semakin memandang emas bukan sekadar perhiasan, melainkan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

“Emas memiliki karakteristik yang relatif stabil dalam jangka panjang dan menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan masyarakat untuk diversifikasi portofolio,” kata Benadicto dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, meningkatnya minat terhadap emas juga sejalan dengan tren global. Sejumlah lembaga keuangan internasional masih melihat potensi penguatan harga emas dalam jangka menengah hingga panjang, meski pergerakannya diperkirakan tetap berfluktuasi akibat perkembangan geopolitik dunia.

Selain Jakarta, pertumbuhan pembiayaan emas juga melonjak di sejumlah daerah. Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi wilayah dengan kenaikan paling agresif sepanjang tahun berjalan, dengan pertumbuhan mencapai lebih dari 21 ribu persen dibandingkan periode sebelumnya.

Benadicto menekankan, melalui produk Flexi Gold, nasabah dapat membeli emas dengan pembiayaan berbasis syariah. Produk tersebut menyediakan pilihan gramasi mulai dari 5 gram hingga 100 gram dengan uang muka mulai 10 persen dari nilai pembiayaan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |