Kapal feri penumpang KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa, di lepas pantai Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia, Ahad (13/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menyampaikan, tim pencarian dan penyelamatan gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 107 penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan pada Ahad (13/9/2026) dini hari. Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menegaskan kepada seluruh jajaran untuk memprioritaskan upaya pencarian, evakuasi, dan pendataan penumpang.
“Prioritas kami saat ini adalah mencari dan menyelamatkan sebanyak mungkin penumpang beserta awak kapal KMP Virgo Transport 8. Adapun bagi penumpang yang telah berhasil ditemukan, kami akan segera berikan pertolongan semaksimal mungkin,” kata Dudy dalam konferensi pers, Ahad (13/9/2026) petang.
Ia menjelaskan, KMP Virgo Transport 8 yang dinakhodai oleh Arief Yunianto bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) sekira pukul 06.52 LT (Local Time) dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin. Berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut sebanyak 243 orang.
“Hingga sore hari ini, Basarnas berhasil mengevakuasi 107 korban selamat dan enam korban meninggal dunia. Sebanyak 136 penumpang masih dalam proses pencarian,” ungkapnya.
Dudy menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi tersebut. Bagi korban yang meninggal dunia, ia mendoakan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan YME. Dan bagi korban yang selamat, ia berharap dapat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Kementerian Perhubungan diketahui telah membuka Posko Terpadu di Pelabuhan Trisakti untuk mempermudah koordinasi, penyelamatan, dan pendataan para penumpang.
“Saya berharap seluruh proses dapat berjalan dengan lancar dan bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga, diharapkan segera melaporkan informasi tersebut kepada petugas posko,” ujarnya.
Mengenai penyebab kecelakaan, Dudy menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia meminta seluruh pihak untuk bersabar dan memberikan kesempatan kepada KNKT untuk bekerja secara profesional, independen, dan berbasis fakta.
“Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari,” tuturnya.

2 hours ago
2















































