Akademisi UI Rumuskan Strategi Green Productivity untuk Sawit Berkelanjutan

14 hours ago 7
  1. News
  2. Nasional
  3. Selasa , 21 Jul 2026, 01:15 WIB

Peneliti UI Estiarty Haryani merumuskan strategi green productivity guna menjawab tantangan keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia di tengah tekanan global dan regulasi EUDR.

Akademisi UI rumuskan strategi keberlanjutan industri sawit.

antara Akademisi UI rumuskan strategi keberlanjutan industri sawit.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK, – Seorang akademisi dari Universitas Indonesia (UI) berhasil merumuskan strategi implementasi green productivity untuk mendukung operasional industri kelapa sawit Indonesia yang berlandaskan prinsip keberlanjutan. Penelitian yang dilakukan oleh Estiarty Haryani dari Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) UI ini dipresentasikan di Kampus UI Depok pada Senin lalu.

Dalam disertasinya yang berjudul “Strategi Keberlanjutan Implementasi Green Productivity Industri Kelapa Sawit (Studi pada PT. X di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi)”, Estiarty menyoroti urgensi transformasi industri sawit nasional. Hal ini terutama didorong oleh penerapan kebijakan European Union Deforestation-Free Regulation (EUDR) yang menuntut produk yang dikonsumsi di kawasan Uni Eropa harus bebas dari praktik deforestasi.

Sponsored

Sponsored Ads

Kondisi tersebut menegaskan perlunya pendekatan yang mampu mengintegrasikan efisiensi ekonomi dengan perlindungan lingkungan. “Penelitian ini berasal dari realita teraktual di mana industri sawit tanah air menghadapi tekanan besar, terutama pada aspek lingkungan maupun dinamika pasar global,” kata Estiarty.

Metode dan Temuan Kunci Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dipadukan dengan mixed methods. Data diperoleh melalui wawancara, survei masyarakat, observasi lapangan, serta studi literatur. Untuk memperkuat aspek analisis, Estiarty menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) berbasis PLS guna mengidentifikasi hubungan antarvariabel secara komprehensif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi green productivity di perusahaan yang diteliti berada dalam kategori baik. Analisis dengan kerangka PESTEL (politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum) membuktikan adanya pengaruh signifikan dari faktor eksternal. Di antara keenam faktor tersebut, faktor politik dan hukum muncul sebagai penentu utama yang membentuk arah kebijakan serta mendorong adopsi teknologi dalam industri sawit.

Strategi SMART untuk Daya Saing Global

Disertasi ini menawarkan kerangka strategis yang dinilai mampu menjawab tantangan besar industri sawit nasional di tengah tuntutan keberlanjutan global. Dengan mengintegrasikan efisiensi ekonomi dan perlindungan lingkungan, penelitian ini memberi manfaat langsung bagi pelaku industri untuk meningkatkan daya saing sekaligus memenuhi standar internasional.

Bagi masyarakat luas, hasil kajian ini membuka perspektif baru tentang bagaimana praktik industri dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan. Hal ini mendukung terciptanya tata kelola yang lebih akuntabel, ramah lingkungan, dan tetap berdaya saing global.

Sebagai tindak lanjut, Estiarty merumuskan strategi keberlanjutan berbasis prinsip SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound). Strategi ini menekankan pentingnya regulasi yang kuat dan konsisten sebagai pengungkit utama dalam memastikan implementasi green productivity berjalan efektif dan berkelanjutan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Berita Terkait

Berita Terkait

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |