Orang-orang berada di depan logo Apple. Apple dan Google dilaporkan masih menawarkan aplikasi nudify di toko aplikasi mereka, meskipun kedua perusahaan memiliki kebijakan yang melarang konten pornografi dan seksual eksplisit.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apple dan Google dilaporkan masih menawarkan aplikasi nudify di toko aplikasi mereka, meskipun kedua perusahaan memiliki kebijakan yang melarang konten pornografi dan seksual eksplisit. Aplikasi tersebut tidak hanya masih tersedia namun juga dipromosikan secara aktif di iOS App Store dan Google Play, menurut laporan Tech Transparency Project (TTP).
Aplikasi nudify merupakan istilah untuk aplikasi berbasis Al yang bisa mengubah foto atau video seseorang menjadi deepfake seksual. Berdasarkan temuan TTP, banyak dari aplikasi tersebut dilabeli "E" atau "Everyone", yang berarti dapat diunduh oleh anak-anak.
TTP juga mengungkap bahwa pencarian kata kunci seperti "nudify", "undress", dan istilah sejenis di App Store iOS maupun Google Play dapat mengarahkan pengguna ke berbagai aplikasi yang mampu mengubah foto orang sungguhan menjadi tampak telanjang atau dimasukkan ke dalam video pornografi.
"Platform-platform ini menjadi aktor kunci dalam penyebaran alat Al yang dapat mengubah orang sungguhan menjadi gambar yang diseksualisasi," kata TTP dalam laporannya, dilansir laman Engadget, Kamis (16/4/2026).
Kelompok tersebut menemukan setidaknya 18 aplikasi nudify di Apple App Store dan 20 aplikasi serupa di Google Play. Beberapa di antaranya secara terang-terangan menampilkan konten seksual dalam pemasaran, sementara lainnya tidak secara eksplisit mengiklankan fungsi tersebut tetapi tetap dapat digunakan untuk membuat konten deepfake seksual.
Semua aplikasi dilaporkan telah diunduh sekitar 483 juta kali dan menghasilkan pendapatan sekitar 122 juta dolar AS. "Apple dan Google bukan hanya gagal meninjau aplikasi, mereka juga menyetujuinya dan mengambil keuntungan dari situ. Bahkan, mereka aktif mengarahkan pengguna ke aplikasi nudify," kata direktur TTP, Katie Paul.
Baik Apple maupun Google diketahui memiliki kebijakan yang melarang konten seksual dan pornografi. Google bahkan memiliki aturan khusus yang melarang aplikasi jenis "nudify". Namun, menurut laporan tersebut, kedua platform masih menemukan celah dalam proses peninjauan aplikasi.

1 hour ago
1













































