Tekan Emisi, Industri Distribusi Mulai Beralih ke Kendaraan Listrik

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Transformasi hijau di sektor logistik dan distribusi mulai mendapat perhatian pelaku industri. Upaya ini dilakukan untuk menekan jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah tingginya kebutuhan distribusi barang di Indonesia.

PT Sinarniaga Sejahtera (SNS), unit distribusi Garudafood, mulai menguji penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi tersebut. Uji coba truk listrik dilakukan untuk distribusi barang dari depo ke ritel sebagai alternatif armada berbasis bahan bakar fosil.

Direktur Garudafood sekaligus Managing Director SNS Ruli Tobing mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian model distribusi terhadap tuntutan keberlanjutan. “Digitalisasi bukan sekadar efisiensi operasional, tapi ini adalah cara SNS memastikan bahwa setiap mitra usaha mendapatkan akses yang setara terhadap layanan dan produk,” ujar Ruli dalam kuliah umum di Universitas Diponegoro, Semarang, berdasarkan siaran pers pada Ahad (19/4/2026).

Hasil uji coba menunjukkan armada kendaraan listrik mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 46 persen serta menurunkan emisi karbon sekitar 56 persen dibandingkan armada konvensional pada rute yang sama. Temuan ini menjadi dasar evaluasi untuk pengembangan program secara bertahap.

Selain aspek lingkungan, transformasi distribusi juga dilakukan melalui integrasi teknologi digital. SNS mengembangkan sistem pemesanan berbasis aplikasi Sales Assistant Mobile (SAM) serta platform distribusi digital BarangKulakan untuk memperluas akses pasar hingga ke tingkat ritel kecil.

Ruli mengatakan, distribusi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada armada fisik, tetapi mulai bergeser ke sistem yang lebih terintegrasi antara jaringan logistik dan platform digital. Hal ini dinilai penting untuk menjangkau pasar yang luas sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.

Saat ini, jaringan distribusi SNS melayani lebih dari 350 ribu outlet di berbagai kanal, mulai dari pasar tradisional hingga pasar tradisional. Model distribusi tersebut menjadi basis pengembangan strategi baru yang menggabungkan efisiensi operasional dan prinsip keberlanjutan.

Transformasi ini menunjukkan pergeseran pendekatan industri distribusi, dari sekadar perluasan jaringan ke optimalisasi sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penggunaan kendaraan listrik dan digitalisasi diperkirakan menjadi faktor kunci dalam pengembangan rantai pasok yang lebih berkelanjutan ke depan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |