Sebuah kendaraan hancur terbakar menyusul serangan udara Israel di jalan Al Rashid, barat daya Kota Gaza, 8 April 2026. Penargetan Israel menyebabkan terbunuhnya koresponden Al Jazeera Mohammed Wshah.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan bahwa serangan Israel telah membunuh tiga orang di Khan Younis di wilayah Palestina Senin (20/4/2026) malam. Selama serangan itu, pesawat tempur Israel terlihat terbang di atas wilayah tersebut.
Meskipun ada gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, Gaza masih dilanda kekerasan oleh militer Israel.
“Tiga orang tewas akibat serangan Israel pada tengah malam di sekitar persimpangan Al-Zaqzouq di lingkungan Al-Amal, barat laut Khan Younis di Jalur Gaza selatan,” kata juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal.
Laporan setempat mengonfirmasi bahwa di antara korban meninggal adalah Darwish al-Attal, yang baru saja merayakan pertunangannya kemarin.
Beberapa orang lainnya terluka dalam serangan tersebut, yang terjadi di barat laut kota.
Pelanggaran gencatan senjata
Korban terbaru ini merupakan bagian dari pelanggaran berkelanjutan oleh Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku di wilayah Palestina sejak Oktober 2025.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Israel sejauh ini telah melakukan 2.400 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, termasuk pembunuhan, penangkapan, pengepungan yang terus berlangsung, serta kelaparan.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran yang terus terjadi ini telah membunuh lebih dari 770 warga Palestina dan melukai 2.171 lainnya. Gencatan senjata tersebut menyusul perang genosida selama dua tahun yang dilakukan Israel di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023, yang membunuh lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai 172.000 lainnya. Serangan mematikan tersebut juga menyebabkan kerusakan luas, yang memengaruhi 90 persen infrastruktur Gaza.
Sumber:

6 hours ago
2














































