BYD Uji Coba M6 DM PHEV di Jalur Tanjakan Bandung Subang

16 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT BYD Motor Indonesia menggandeng belasan jurnalis otomotif di Kota Bandung untuk melakukan uji coba unit M6 DM PHEV di jalur tanjakan Bandung- Subang, pekan kemarin. Mereka membawa MPV keluarga ini sejauh 151 kilometer dengan jalur yang banyak menanjak. 

Uji coba mobil dimulai dari Showroom BYD Arista Suci Bandung, bergerak ke Jatiluhur, Purwakarta. Rombongan kemudian menuju kawasan Subang yang dipenuhi tanjakan dan tikungan serta berakhir d SPBU Setiabudhi, Kota Bandung sekaligus mengukur sisa konsumsi bahan bakar yang digunakan.

Rute yang dipilih untuk membuktikan kualitas BYD M6 DM PHEV. Pada jalur lalu lintas perkotaan Bandung, mobil melaju halus dan nyaris tanpa suara. 

Sedangkan saat memasuki jalan tol hingga jalur menanjak menuju Subang, perpindahan kerja antara motor listrik dan mesin bensin berlangsung mulus tanpa hentakan. Pengemudi pengemudi hampir tidak menyadari kedua sumber tenaga bekerja saling bergantian.

Belasan jurnalis pun mengikuti sejumlah tantangan yang disiapkan untuk menguji kemampuan kendaraan. Di Jatiluhur, peserta harus menyelesaikan tantangan mengemudi sambil membawa masing-masing 10 bola tenis yang diletakkan di kap depan dan atap mobil. 

Tantangan ini menguji karakter suspensi, kestabilan sasis, sekaligus kehalusan pengemudi dalam mengoperasikan pedal gas dan rem. Dengan input pedal yang halus, bola-bola tersebut tetap berada di tempatnya sepanjang lintasan.

Pengujian selanjutnya lintasan zigzag yang dirancang untuk melihat respons kemudi, kestabilan bodi, serta akselerasi kendaraan saat berpindah arah secara cepat. Meski berstatus MPV tujuh penumpang, BYD M6 DM PHEV terasa lincah bermanuver. 

Bobot kendaraan tersalurkan dengan baik sehingga gejala limbung tetap terkendali. Sementara karakter setir memberikan rasa percaya diri ketika memasuki tikungan secara beruntun.

Saat berada di tanjakan, tarikan motor listrik membuat mobil tetap bertenaga tanpa perlu menginjak pedal gas terlalu dalam. Kabin juga tetap senyap sehingga perjalanan panjang terasa tidak melelahkan. 

Puncak pengujian dilakukan di garis finis melalui kompetisi efisiensi bahan bakar. Seluruh peserta ditantang menerapkan teknik berkendara seefisien mungkin untuk memperoleh konsumsi BBM terbaik. 

Tantangan ini menjadi pembuktian bagaimana teknologi Dual Mode (DM) mampu menyeimbangkan performa dan efisiensi. Bahkan setelah melewati kombinasi jalan datar, tol, serta tanjakan sepanjang 151 kilometer. Hasilnya, BYD M6 DM PHEV tidak hanya menawarkan efisiensi khas kendaraan elektrifikasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang responsif, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia.

Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun mengatakan Bandung dipilih karena memiliki antusiasme tinggi terhadap perkembangan kendaraan listrik. Setelah sukses digelar di sejumlah kota, BYD kembali hadir untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai teknologi yang dikembangkan perusahaan.

"Mobilitas masyarakat terus berkembang dan semakin banyak yang memahami pentingnya kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Karena itu kami ingin masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung teknologi BYD," ujar Nathan.

Dalam ajang tersebut, BYD juga memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan teknologi e-Platform 3.0, Blade Battery, serta platform DM generasi terbaru. Teknologi Dual Mode (DM) mencakup 4 zona utama. Pertama, Gesit mewakili karakter akselerasi yang responsif tetapi halus. 

Kedua, Andal yang mewakili penerapan teknologi DM yang berkerja secara adaptif dalam berbagai kondisi jalan. Zona berikutnya, Senyap mewakli kontruksi yang senyap dan minim getaran. Zona terakhir Super irit, memberikan optimasi efisiensi energi dalam penggunaan harian atau long trip.

Pengunjung juga dapat merasakan kemampuan DENZA B5 melalui Monster Track Offroad yang menghadirkan berbagai rintangan seperti tanjakan ekstrem, jalur bergelombang hingga jungkat-jungkit. Wahana itu memperlihatkan kemampuan sistem penggerak dan kontrol kendaraan dalam menjaga traksi, stabilitas, serta kenyamanan berkendara.

(N-Muhammad Fauzi Ridwan)

========================

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |