PERUSAHAAN teknologi Apple mencatat rekor baru dalam penggunaan material daur ulang pada produknya. Sepanjang 2025, sekitar 30 persen dari total material yang digunakan dalam produknya berasal dari bahan daur ulang.
Menurut Laporan Kemajuan Lingkungan Apple yang baru diluncurkan, penggunaan material daur ulang diterapkan pada sejumlah komponen utama. Seluruh baterai yang dirancang perusahaan asal Cupertino itu kini menggunakan 100 persen kobalt daur ulang.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selain itu, semua magnet dalam perangkat dibuat dari 100 persen unsur tanah jarang daur ulang, yang mencakup lebih dari 95 persen penggunaan material tersebut oleh perusahaan. Target lain juga tercapai, termasuk penggunaan 100 persen pelapisan emas daur ulang dan solder timah daur ulang pada seluruh papan sirkuit cetak rancangan Apple.
Upaya pengurangan plastik juga diperluas ke sektor kemasan. Seluruh produk kini dikirim menggunakan kemasan berbasis serat 100 persen, tanpa plastik. Dalam lima tahun terakhir, langkah ini membantu menghindari lebih dari 15.000 metrik ton plastik, setara sekitar 500 juta botol air plastik. Seluruh serat kayu dalam kemasan juga berasal dari bahan daur ulang atau hutan yang dikelola secara bertanggung jawab.
Di sisi produksi, penggunaan material daur ulang menjadi bagian dari strategi penurunan emisi karbon. Perusahaan menargetkan pengurangan emisi hingga 75 persen dibandingkan level 2015 pada akhir dekade ini. Hingga 2025, emisi telah ditekan lebih dari 60 persen, meski skala bisnis tumbuh lebih dari 75 persen.
Penurunan emisi dilakukan melalui beberapa pendekatan, mulai dari peningkatan penggunaan material daur ulang dan bahan rendah karbon, pemanfaatan 100 persen listrik terbarukan dalam manufaktur, hingga efisiensi energi pada penggunaan produk. Emisi dari transportasi juga ditekan dengan beralih dari pengiriman udara ke moda yang lebih rendah karbon seperti laut dan kereta.
Program penggunaan ulang perangkat juga diperluas. Sepanjang 2025, sebanyak 15,6 juta perangkat dan aksesori dikirim kembali ke pengguna baru guna memperpanjang masa pakai produk.
Pada lini produk, MacBook Neo menjadi contoh perangkat dengan jejak karbon lebih rendah. Produk ini mengandung 60 persen material daur ulang, termasuk 90 persen aluminium daur ulang dan 100 persen kobalt daur ulang pada baterai. Proses produksinya juga dirancang lebih efisien dengan penggunaan aluminium yang jauh lebih sedikit dibanding metode konvensional.














































