DPRD Soroti Kasus Begal di Kota Bandung

18 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Komisi I DPRD Kota Bandung menyoroti meningkatnya laporan masyarakat terkait aksi begal dan tindak kriminal jalanan yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandung. Fenomena tersebut dinilai menimbulkan keresahan serta mengganggu rasa aman warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo mengatakan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan aspek penting yang harus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, pihaknya akan segera menggelar rapat kerja bersama Polrestabes Bandung dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung untuk membahas kondisi keamanan terkini serta langkah penanganannya.

"Kami menerima berbagai masukan dan laporan dari masyarakat terkait meningkatnya aksi kriminalitas jalanan. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut rasa aman masyarakat," kata Susanto, Senin (20/7/2026).

Menurut dia, rapat kerja tersebut bertujuan memperoleh penjelasan dari aparat terkait mengenai perkembangan situasi keamanan, upaya penegakan hukum yang telah dilakukan, serta strategi pencegahan yang akan diperkuat dalam waktu dekat.

Susanto menilai langkah preventif perlu ditingkatkan melalui penambahan patroli pada jam-jam rawan, terutama pada malam hingga dini hari. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV di titik-titik strategis juga perlu diperkuat guna membantu proses pemantauan dan penindakan.

Ia juga mendorong adanya penguatan sistem deteksi dini di tingkat kewilayahan serta sinergi yang lebih erat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata.

"Kolaborasi semua pihak sangat diperlukan. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui langkah-langkah nyata yang mampu memberikan rasa aman," ujarnya.

Susanto menyatakan Komisi I DPRD Kota Bandung mendukung pembentukan patroli gabungan apabila kondisi keamanan memerlukan langkah yang lebih intensif. Patroli tersebut dapat melibatkan unsur Polri, Satpol PP, dan TNI sesuai dengan kewenangan masing-masing serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada malam hari. Warga diminta menghindari perjalanan seorang diri di lokasi yang sepi, tidak memperlihatkan barang berharga secara berlebihan, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan.

Susanto optimistis melalui penguatan pengawasan, penegakan hukum, dan partisipasi aktif masyarakat, Kota Bandung dapat tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |