Kepulan asap tebal terlihat dari kapal feri KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan lepas Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia, Rabu (12/8/2026). Kapal feri penumpang KMP Putri Yasmin yang sedang dalam perjalanan dari Padangbai, Pulau Bali, menuju Lembar, Pulau Lombok, mengalami kebakaran di perairan lepas Pulau Lombok.
REPUBLIKA.CO.ID, SULAWESI TENGGARA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan dua dari 13 awak kapal LCT Legenda Nusantara 699 tewas setelah kapal pengangkut bahan kimia terbakar di Perairan Kabaena, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (1/9/2026). Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Raha, bersama instansi terkait melakukan penanganan evakuasi kecelakaan kapal yang mengalami kebakaran di Perairan Kabaena Selat Tiworo.
"Seluruh awak kapal berjumlah 13 orang (person on board) berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, dua awak kapal dilaporkan meninggal dunia (mualim II dan juru minyak III)," kata Kepala Kantor UPP Kelas II Raha Hamjan, dalam keterangan yang dikonfirmasi di Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/9/2026).
Pascakebakaran, kapal LCT Legenda Nusantara 699 dilaporkan dalam kondisi tenggelam. Sementara itu, muatan bahan kimia dilaporkan tumpah ke perairan. Saat ini, Ditjen Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dan menangani dampak tumpahan bahan kimia terhadap lingkungan laut, dengan tetap memprioritaskan keselamatan jiwa serta perlindungan lingkungan laut.
Dia juga menyampaikan atas insiden tersebut, empat awak kapal menjalani perawatan intensif di RSUD Baharuddin, Kabupaten Muna, sementara tujuh awak kapal lainnya dalam kondisi selamat. Hamjan mengatakan, setelah menerima informasi kejadian pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Polres Muna, Pol Air Raha, Staf Operasi Basarnas Kendari, Wilker Tampo UPP Raha, serta instansi terkait.
"Begitu menerima informasi kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan upaya untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh awak kapal. Keselamatan dan penyelamatan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan ini," ujar Hamjan.
sumber : Antara

2 hours ago
1















































