REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peta dukungan terhadap Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027 terbagi di enam konfederasi sepak bola dunia. Dukungan terhadap presiden FIFA tersebut masih muncul dari sejumlah negara, sementara federasi lain ada yang menarik dukungan atau menyatakan sikap berbeda.
FIFA telah mengonfirmasi Infantino akan mencalonkan diri kembali pada pemilihan Presiden FIFA 2027. Kongres FIFA ke-77 dijadwalkan berlangsung di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027.
Dalam sistem pemilihan FIFA, setiap anggota memiliki satu suara. Jika pemilihan hanya melibatkan dua kandidat, pemenang membutuhkan mayoritas sederhana. Sementara jika terdapat tiga kandidat atau lebih, kandidat membutuhkan dua pertiga suara pada putaran pertama sebelum mekanisme mayoritas sederhana berlaku pada putaran berikutnya.
Komposisi suara berasal dari enam konfederasi. UEFA memiliki 55 suara, CAF 54, AFC 46, Concacaf 35, OFC 11, dan CONMEBOL 10.
Sebagai konfederasi, UEFA paling keras menentang Infantino. Namun, sebagian anggotanya masih tetap memberikan dukungan untuk pencalonan kembali Infantino. Sementara di berbagai konfederasi lain, jumlah suara untuk Infantino masuk kuat untuk memuatnya melanjutkan tugas memimpin FIFA.
Asia misalnya, menjadi salah satu kawasan yang memiliki jumlah suara besar dalam pemilihan Presiden FIFA. Dengan 46 anggota, AFC memiliki porsi suara yang cukup besar dalam menentukan komposisi dukungan pada pemilihan mendatang.
AFC secara kelembagaan sempat mempertanyakan Infantino, tapi mayoritas federasi anggotanya tetap mendukung. Sebut saja, Bhutan, Filipina, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan banyak lainnya, termasu Indonesia yang tetap berada di barisan pendukung.
Perbedaan sikap juga muncul di Concacaf. Meksiko menyatakan dukungan kepada Infantino, sedangkan Amerika Serikat dan Kanada mendukung pernyataan terbaru Concacaf tanpa secara terbuka menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan Infantino.
Grenada serta St Kitts dan Nevis juga disebut mengambil posisi berbeda dari konfederasinya dengan memberikan dukungan kepada Infantino.
Dari kawasan Oseania, Selandia Baru dilaporkan menarik dukungan untuk Infantino. Langkah tersebut terjadi setelah pertemuan Komite Eksekutif OFC di Fiji. Namun sisa negara Oseania lainnya bulat mendukung Infantino.
Sementara itu, Afrika dan Amerika Selatan masih menjadi kawasan yang memberikan dukungan penting kepada Infantino. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) termasuk pihak yang menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Infantino.
FIFA dalam pernyataannya pada 8 Agustus 2026 juga menyebut pernyataan terbaru dari CONMEBOL dan CAF serta komunikasi dengan asosiasi anggota dan konfederasi di berbagai belahan dunia. FIFA menegaskan proses pemilihan presiden harus berlangsung sesuai Statuta FIFA, prosedur demokratis, dan kerangka tata kelola organisasi.
CONMEBOL memiliki catatan dukungan kuat kepada Infantino. Pada 2022, seluruh 10 asosiasi anggota CONMEBOL secara resmi menyatakan dukungan kepada Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA 2023.
Dukungan tersebut juga kembali terlihat dalam Kongres CONMEBOL di Quito, Ekuador, April 2026. Presiden CONMEBOL Alejandro Domínguez menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Infantino dan menyatakan dukungan agar kebijakan transformasi sepak bola yang berlangsung selama satu dekade dapat diteruskan.
Sementara itu, salah satu faktor yang menjadi perhatian dalam peta dukungan Asia adalah sikap negara-negara yang belum menyampaikan posisi secara terbuka.
Dengan demikian, peta dukungan menuju Kongres FIFA 2027 masih bersifat dinamis. Sikap konfederasi tidak selalu diikuti seluruh asosiasi anggotanya, sebagaimana terlihat dari sejumlah negara yang memilih posisi berbeda dengan konfederasinya.
Infantino sendiri telah menyatakan secara resmi akan maju dalam pemilihan 2027. Dalam Kongres FIFA di Vancouver pada April 2026, ia menyampaikan terima kasih kepada 211 asosiasi anggota atas dukungan selama satu dekade kepemimpinannya.
FIFA juga mencatat bahwa selama kepemimpinan Infantino, program FIFA Forward telah menjadi salah satu instrumen investasi untuk pengembangan sepak bola. FIFA menyebut sekitar 5 miliar dolar AS telah diinvestasikan melalui FIFA Forward dan program pengembangan lainnya selama 10 tahun terakhir.
Pemilihan Presiden FIFA 2027 pada akhirnya akan ditentukan melalui suara asosiasi anggota. Hingga menjelang batas waktu pencalonan, posisi sejumlah negara masih dapat berubah, sementara kandidat penantang Infantino juga belum sepenuhnya terbentuk.

8 hours ago
4















































