REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Abu Yazid Thaifur bin Isa bin Surusyan al-Bustami seorang sufi besar pernah mengaku sebagai Tuhan agar orang-orang yang ingin menjadi pengikutnya pergi meninggalkannya. Hal tersebut dilakukannya agar mereka dalam menempuh perjalanan spiritual tidak teralihkan pandangannya oleh Abu Yazid.
Dikisahkan Fariduddin Attar pada abad ke-12 dalam kitab Tadzkiratul Auliya, perjalanan Abu Yazid menuju Ka’bah memakan waktu 12 tahun penuh. Hal itu terjadi karena setiap kali ia berjumpa dengan seorang pengkhotbah yang menyampaikan pengajaran di sepanjang perjalanan, Abu Yazid segera membentangkan sajadahnya dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.
Tentang hal ini, Abu Yazid berkata, “Ka’bah bukanlah seperti serambi istana raja, melainkan sebuah tempat yang dapat dikunjungi oleh siapa saja, kapan saja.”
Akhirnya Abu Yazid sampai di Ka’bah, namun pada tahun itu ia tidak melanjutkan perjalanan ke Madinah.
“Tidaklah pantas menjadikan kunjungan ke Madinah sekadar pelengkap,” kata Abu Yazid.
“Aku ingin mengenakan pakaian haji yang berbeda ketika mengunjungi Madinah,” kata Abu Yazid.
Pada tahun berikutnya, Abu Yazid kembali menunaikan ibadah haji. Ia mengenakan pakaian yang berbeda pada setiap tahapan perjalanan sejak menempuh padang pasir.
Di sebuah kota yang dilewatinya, sekelompok besar orang menjadi murid Abu Yazid. Ketika Abu Yazid meninggalkan Tanah Suci, banyak di antara mereka yang ikut mengiringinya.
“Siapakah orang-orang ini?” tanya Abu Yazid sambil menoleh ke belakang.
“Mereka ingin berjalan bersamamu,” kata seseorang kepada Abu Yazid.
Menanggapi hal itu, Abu Yazid berdoa kepada Allah SWT agar tidak memiliki pengikut.
“Ya Allah, janganlah Engkau menutup penglihatan hamba-hamba-Mu karena diriku," kata Abu Yazid bermunajat kepada Allah SWT.
Untuk menghilangkan ketertarikan mereka kepada Abu Yazid dan agar Abu Yazid tidak menjadi penghalang bagi perjalanan spiritual mereka, maka Abu Yazid bersandiwara di hadapan mereka yang ingin mengikutinya.
Setelah selesai menunaikan shalat Subuh, Abu Yazid berseru kepada mereka yang ingin menjadi pengikutnya, “Sesungguhnya aku adalah Tuhan. Tiada Tuhan selain aku, maka sembahlah aku.”
Perkataan tersebut disampaikan Abu Yazid agar mereka yang sedang melakukan perjalanan spiritual tidak teralihkan perhatiannya oleh dirinya.
Lantas, orang-orang yang awalnya ingin mengikuti Abu Yazid berkata, "Abu Yazid telah gila!” Kemudian, mereka meninggalkan Abu Yazid.

1 hour ago
1
















































