Kondisi Terkini Andrie Yunus setelah Jalani 7 Kali Operasi

4 hours ago 4

KOORDINATOR Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengungkap kondisi terkini Andrie Yunus, korban penyiraman air keras pada Maret 2026 lalu. Setelah menjalani tujuh kali operasi besar, kondisi penglihatan dan pemulihan jaringan kulit Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS itu masih menjadi perhatian tim dokter.

Menurut Dimas, pada awal pemeriksaan, dokter mendiagnosa luka bakar mencapai 24 persen pada tujuh bagian tubuh sebelah kanan, serta 44 persen kerusakan pada kornea mata kanan. “Tujuh kali operasi besar itu terdiri dari tiga operasi mata dan empat operasi kulit,” ujar Dimas di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Operasi mata pertama dilakukan sehari setelah peristiwa, yakni pada 13 Maret 2026 di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Operasi kemudian dilanjutkan pada 25 Maret dan terakhir 28 Maret 2026.

Pada saat operasi terakhir, kata Dimas, tim dokter sempat menemukan bekas rembesan air keras yang dikhawatirkan dapat merusak bagian mata Andrie. Adapun operasi kulit pertama dilakukan pada 17 Maret 2026 untuk mencangkok kulit pada bagian tubuh yang mengalami luka bakar.

Luka tersebut antara lain berada di bagian leher, pundak kanan, sisi kanan tubuh, hingga wajah bagian kanan. Operasi kulit kemudian kembali dilakukan pada 28 Maret dan terakhir 7 April 2026. “Perkembangan yang kemudian disampaikan oleh dokter akan masih akan ada satu kali lagi operasi besar, kemungkinan besar akan dijalankan di akhir bulan Agustus,” kata Dimas.

Penglihatan Andrie Yunus

Dimas mengatakan, kondisi mata Andrie sempat mengalami kerusakan serius akibat paparan air keras. Berdasarkan keterangan dokter spesialis mata dalam persidangan di peradilan militer pada 20 Mei 2026, kerusakan tersebut menyebabkan kemampuan penglihatan Andrie sangat terbatas.

“Penglihatan Andri hanya bisa menangkap cahaya, bahkan dia tidak bisa mengidentifikasi objek termasuk huruf dengan ukuran paling besar sekalipun,” ujar Dimas.

Namun, perkembangan terakhir menunjukkan bekas rembesan air keras tersebut tidak sampai merusak atau melelehkan bagian pupil. Kondisi tersebut, kata Dimas, memberikan peluang bagi dokter untuk mempertahankan fungsi penglihatan Andrie. “Artinya tim dokter masih punya kans untuk dapat menyelamatkan fungsi penglihatannya Andri,” kata dia.

Kondisi kulit Andrie Yunus

Selain mata, kondisi kulit Andrie juga masih membutuhkan penanganan. Dimas mengatakan masih terdapat jaringan parut akibat luka bakar yang berpotensi menimbulkan keloid dan kontraktur. Kontraktur tersebut dikhawatirkan mempengaruhi fungsi motorik Andrie, terutama pada bagian leher yang banyak digunakan untuk bergerak.

Tim dokter juga masih melakukan assessment untuk menentukan penanganan lanjutan. “Untuk meminimalisir sejumlah permasalahan kulit, tim dokter sudah memasang alat yang namanya pressure garment yang itu dipakai untuk melakukan pemulihan terhadap area kulitnya Andrie,” kata Dimas.

Dimas mengatakan dokter juga merencanakan proses rekonstruksi kulit setelah penanganan jaringan yang rusak akibat paparan air keras.

Dari sisi psikologis, Dimas mengatakan Andrie sempat didiagnosis mengalami severe anxiety atau kecemasan berat. Diagnosis tersebut disampaikan dalam keterangan tim dokter pada Juni 2026.

Menurut Dimas, kondisi psikologis tersebut berkaitan dengan proses penyelesaian perkara yang belum selesai, termasuk ketika perkara masih berjalan di peradilan militer dan terdapat upaya menghadirkan Andrie sebagai saksi korban. “Proses severe anxiety ini perlahan-lahan juga masih dilakukan assessment oleh tim dokter psikologis atau tim psikiater,” kata Dimas.

Saat ini Andrie sudah tidak menjalani perawatan inap di rumah sakit. Namun, ia masih menjalani rawat jalan dan mendapatkan pemeriksaan berkala dari tim dokter RSCM. Andrie juga masih menjalani terapi fisioterapi untuk memulihkan fungsi motorik dan gerak tubuh agar dapat kembali beraktivitas dan menjalani kegiatan sehari-hari.

Sebelumnya, Andrie disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Dua orang tersebut terungkap sebagai bagian dari sekelompok anggota Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia atau Bais TNI.

Andrie kemudian berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026, sekitar pukul 12 malam dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.

Kini, empat orang anggota Bais TNI itu telah diadili dan divonis hukuman penjara 1,5 tahun sampai 3 tahun di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Mereka adalah Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, Kapten Nandala Dwi Prasetya, dan Letnan Satu Sami Lakka.  Edi dan Budhi juga telah dijatuhkan pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |