LPDB Dorong Koperasi Kredit Perkuat KDMP

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO -- Keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset dan pertumbuhan usaha. Tata kelola yang baik, pendidikan anggota, serta kemampuan memberdayakan masyarakat menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan koperasi.

Pengalaman tersebut telah lama dimiliki gerakan koperasi kredit atau credit union di berbagai daerah. Karena itu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mendorong gerakan koperasi kredit mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ekosistem koperasi nasional, termasuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pesan itu disampaikan Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) Tahun Buku 2025 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Mewakili Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Krisdianto menyampaikan apresiasi kepada gerakan koperasi kredit Indonesia yang selama puluhan tahun menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi rakyat. Menurut dia, koperasi kredit terbukti mampu membangun kemandirian anggota melalui sistem keuangan berbasis gotong royong yang sehat dan berkelanjutan.

Krisdianto mengatakan, Menteri Koperasi memiliki kesan positif terhadap perkembangan koperasi di Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan sejumlah kunjungan kerja yang dilakukan, NTT dinilai sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan koperasi terbaik di Indonesia.

“Beliau berkali-kali menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan koperasi di NTT. Ini menunjukkan bahwa gerakan koperasi yang dibangun dengan tata kelola yang baik dan semangat pemberdayaan mampu menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

Direktur Utama LPDB Koperasi itu juga menyoroti hubungan erat antara LPDB Koperasi dan gerakan koperasi kredit nasional. Selama hampir dua dekade, LPDB Koperasi telah menyalurkan pembiayaan kepada puluhan koperasi kredit di berbagai daerah untuk memperkuat permodalan dan kapasitas usaha koperasi.

Menurut Krisdianto, keberhasilan koperasi kredit tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset dan usaha, tetapi juga dari kemampuannya menjaga jati diri, nilai, dan prinsip koperasi yang berorientasi pada kesejahteraan anggota.

“Koperasi kredit harus terus menjadi rumah bagi masyarakat untuk bertumbuh bersama. Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, koperasi harus mampu bertransformasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi kekuatannya selama ini,” kata Krisdianto.

Ia mengajak seluruh gerakan koperasi kredit mengambil peran dalam agenda pembangunan koperasi nasional, termasuk mendukung penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurut dia, pengalaman panjang koperasi kredit dalam membangun pendidikan anggota, tata kelola kelembagaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menjadi bekal penting bagi koperasi-koperasi baru di berbagai daerah.

Ketua Pengurus INKOPDIT Wara Sabon Dominikus mengingatkan gerakan koperasi kredit Indonesia untuk tetap menjaga ideologi dan jati diri koperasi di tengah berbagai tantangan. Menurut dia, gerakan koperasi kredit perlu terus melakukan transformasi dan memperkuat ketahanan organisasi agar mampu bertahan hingga satu abad ke depan.

“Gerakan koperasi kredit Indonesia harus kembali meneguhkan nilai dasar koperasi, memperkuat transformasi berbasis teknologi dan kebutuhan anggota, serta membangun daya tahan yang kuat menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan,” ujar Wara Sabon.

Ketua Pengurus INKOPDIT itu menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan pesaing bagi gerakan koperasi kredit, melainkan sesama elemen dalam ekosistem koperasi nasional yang perlu didukung bersama.

"Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukanlah pesaing, melainkan bagian dari keluarga besar gerakan koperasi Indonesia. Kesuksesan KDKMP adalah kesuksesan koperasi Indonesia, dan sebaliknya. Karena itu, INKOPDIT mendukung penuh penguatan KDKMP, terutama melalui pendidikan perkoperasian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta transfer pengalaman tata kelola yang telah dimiliki gerakan koperasi kredit selama puluhan tahun," ujar Wara Sabon Dominikus.

RAT INKOPDIT Tahun Buku 2025 diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas pengurus, pengawas, manajemen, dan delegasi dari 34 Pusat Koperasi Kredit dari seluruh Indonesia. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan strategi menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global.

Melalui sinergi antara pemerintah, LPDB Koperasi, dan gerakan koperasi kredit, penguatan kelembagaan koperasi diharapkan dapat berjalan lebih cepat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |